MUI: UMAT ISLAM HARUS BERSATU BERDAYAKAN MASJID

      Jakarta, 6 Jumadil Awal 1434/16 Maret 2013 (MINA) –  Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Muhammad Baharun mengatakan masjid memiliki potensi yang besar jika diberdayakan Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah saja.

      “Sejak pertama kali dibangun pada masa Rasulullah masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah wajib saja, melainkan dialog dan diskusi seputar perekonomian dan perang saat itu,” kata Baharun di tengah sesi workshop “Best Practice Masjid Management” di Jakarta, Jum’at (15/3).

       Baharun mengatakan merupakan tugas muslim untuk kembali ‘menghidupkan’ masjid, sehingga menjadi pusat aktivitas, lanjut Baharudin yang mengeluhkan kondisi kebanyakan masjid sekarang yang hanya didatangi untuk shalat lima waktu saja.

       Hal serupa juga di sampaikan Imam Ad-Daruqutni selaku sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang hadir sebagai pembicara dalam workshop tersebut.  Daruqutni mengatakan salah satu cara mendukung masjid sebagai pusat aktivitas muslim adalah dengan mengubah persepsi masyarakat yang biasa mengatakan membangun ‘masjid di sekitar pasar’ menjadi ‘pasar di sekitar masjid’.

      “Tidak ada yang salah dengan itu, asalkan tidak boleh ada transaksi jual beli di dalam masjid,” katanya.

       Pembicara lain, Ketua Umum Pusat Pengembangan Masjid Indonesia (KUPPMI) Muhammad Rawi bercerita tentang salah satu pengalamannya saat memberikan pelatihan di daerah Jawa Timur, menurutnya ada salah satu masjid yang bisa menjadi teladan bagi masjid-masjid di sana.

        Rawi yang dulunya aktif di organisasi kepemudaan itu menyebutkan masjid Al Falah di Surabaya memiliki program ‘keranda,’ maksudnya, setiap pembiayaan warga tidak mampu yang meninggal di daerah itu akan digratiskan. Sedangkan orang kaya harus membayar sedekah rutin untuk pendanaan keranda tersebut. “mirip subsidi silang,” kata Rawi.

        Menurut Rawi itu hanya salah satu hal dari pemberdayaan masjid dalam peningkatan ukhuwah muslim.  Belum lagi dalam hal lainnya yang jika difungsikan akan menambah kedekatan warga dengan masjid.  Rawi juga menekankan arti pentingnya pemberdayaan pengurus masjid untuk lebih meningkatkan pengaruh masjid di sekitar warga.

        Sedang Daruqutni mendukung pernyataan tersebut dan mengatakan DMI dengan Yusuf Kalla sebagai ketua DMI periode sampai 2017 memiliki visi ‘memakmurkan dan dimakmurkan masjid’ yang akan digencarkan di masjid-masjid seluruh Indonesia.

         Salah satu peserta yang hadir dalam workshop tersebut mengeluhkan tentang kondisi masjid di tempat-tempat umum seperti mall-mall, dan sebagian hotel yang menyediakan sarana ibadah muslim tersbut di tempat yang tidak layak seperti menyatu dengan lahan parkir maupun basement yang tidak bersih.

         Untuk itu, semua pembicara yang hadir sepakat perlu adanya pemberdayaan pengurus masjid yang lebih intens lagi mengenai arti sebuah masjid.(L/P03/P08/E1) 

Mi’raj News Agenncy (MINA)

Leave a Reply