MUSLIM DI JERMAN MINTA DUA HARI LIBUR NASIONAL

Berlin, 17 Jumadil Awal 1434/29 Maret 2013 (MINA) – Muslim di Jerman meminta kepada pemerintah Jerman untuk memberikan dua hari libur nasional bagi umat Islam untuk merayakannya, usulan tersebut mengundang pemerintahan konservatif pemimpin Kanselir Angela merkel.

Aiman Mazyek dalam edisi Kamis Westdeutsche Allgemeine Zeitung (WAZ) mengatakan bahwa memberikan hari libur nasional bagi umat Muslim Jerman pada Ramadan dan Hari Raya Kurban akan menjadi “sinyal penting bagi integrasi” (Jerman), katanya, sebagaimana dilansir oleh Onislam-net dan dipantau Miraj News Agency (MINA).

“Ini akan menjadi toleransi dalam masyarakat Muslim kita,” kata Mazyek, Ketua Dewan Pusat Muslim Jerman.

Jerman kadang menghadapi tuduhan tak cukup berbuat dalam mengintegrasikan penduduk muslim yang mencapai empat juta orang dan kebanyakan keturunan Turki.

Jerman akan memiliki hari libur nasional Jumat dan Senin dan hari libur umum khusus untuk menandai hari Paskah, ia menambahkan “Jerman juga memiliki penduduk muslim terbesar kedua di Eropa setelah Perancis dan agama Islam datang di jerman setelah Prtestan dan Katolik mendapat urutan ketiga.”

Sementara ini, jumlah muslim di Jerman antara 3,8 dan 4,3 juta Muslim, yang membentuk sekitar 5 persen dari populasi 82 juta total, menurut analisis pemerintah.

Jerman baru-baru ini menandatangani perjanjian dengan dewan muslim pusat di jerman telah memiliki dua hari libur Nasional bagi umat Muslim. Pada bulan Desember, umat Muslim menandatangani kesepakatan hari libur nasional untuk memungkinkan umat islam mengambil libur kerja dan bersamaan hari libur keagamaan umat Islam, di kota Bremen bagian barat laut.

Hal ini diikuti pendatanganan kesepakatan hari  nasional libur antara Muslim di Hamburg dan sebagai bagian dari merayakan hari libur Muslim di Jerman.

Kritikan

Konservatif berkuasa Merkel wolgang Bosbach, anggota terkemuka dari partai demokrat tradisional katolik Markel Charistian (CDU), mengatakan “tidak ada tradisi Islam di jerman.” Ia bersikeras bahwa hari besar keagamaan di Jerman sudah menjadi bagian warisan kristen di negara tersebut, ujar Markel.

Sedangkan anggota parlemen CDU, Patrick Sensburg, mendesak agar  menghargai antar Jerman untuk hari  libur agama Kristen yang tidak ada pembatas harinya, dan lebih banyak hari Minggu. Menteri sosial di negara bagian utara di Westphalia untuk masalah pusat Sosial demokrat, Guntram Schneider, menyatakan keprihatinan atas kesepakatan pendatangan memberikan dua hari libur umat muslim.

Kamu muslim di Jerman tidak mempunyai haknya untuk mempunyai hari libur muslim di tahun terakhir tersebut, sebelumnya pada tahun 2010 oleh University of Munster menemukan bahwa 66 persen dari Jerman Barat dan 74 persen dari Jerman bagian Timur memiliki sikap negatif terhadap umat Islam.

Sebuah studi dari Institut Allensbach menyatakan, bahwa tidak berubah dengan sikap terhadap Islam selama dua tahun terakhir tersebut. Mengajukan tentang Islam di Jerman, hanya 22 persen mengatakan mereka setuju dengan pernyataan mantan Presiden Jerman Christian Wulff yang Islam, sedangkan Kristen, memiliki bagian terbesar dari Jerman.

Menurut sebuah jajak pendapat 2.010 nasional oleh lembaga penelitian Infratest-Dimap, lebih dari sepertiga dari responden lebih memilih “Jerman yang tanpa Islam.” (T/P012/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply