MUSLIM SRI LANKA KHAWATIR ATAS KAMPANYE BUDHIS EKSTRIM

Kolombo, 10 Jumadil Awal 1434/22 Maret 2013 (MINA) – Pihak Muslim telah menulis surat kepada Presiden Mahinda Rajapaksa, tentang meningkatnya kekhawatiran mereka mengenai insiden baru-baru ini, yakni Komunitas Muslim yang menjadi sasaran Budhis ekstrim di negara kepulauan itu, Kamis (21/3) seperti dilaporkan Kantor berita Xinhua yang di pantau Mi’raj News Agency (MINA).

Muslim yang menjadi sasaran kelompok Bhuddis Ekstrim di Sri Lanka menyatakan, bahwa umat Islam dilarang mengenakan jilbab dan abhaya, jenggot dan thobe, lebih khusus lagi tidak boleh mengenakan nikab.

Anggota Muslim di parlemen Sri Lanka telah mengecam kampanye kebencian yang menyerukan keluhan mereka terhadap muslim dan mendesak Presiden Rajapaksa untuk melakukan intervensi.

“Aksi mereka juga mempengaruhi semua bisnis, bukan hanya Muslim dan mengakibatkan ancaman bagi pemeliharaan hukum dan ketertiban yang berdampak kepada semua masyarakat. Kelompok-kelompok ini telah menggunakan media tradisional, media sosial, pertemuan-pertemuan publik, poster, leaflet, dan sirkulasi rumor serta menghina umat Islam untuk menanamkan rasa ketakutan dan kebencian di kalangan umat Islam Sinhala,” kata surat yang ditandatangani oleh Presiden Dewan Muslim NM Ameen.

Surat itu mengatakan rumor yang beredar tentang kelompok Muslim bersenjata beroperasi di timur. Dewan Muslim mengatakan, jika ada kelompok-kelompok seperti mereka harus ditangkap dan ditangani dengan segera melalui proses hukum.

Dewan Muslim telah mendesak Presiden untuk mengambil tindakan tegas dengan publik dan mengutuk aksi kebencian dari para ekstremis Buddha.

Dalam surat itu juga, Dewan Muslim mengatakan, komunitas Muslim baru-baru ini menjadi sasaran kelompok Buddhis ekstrim dalam serangan kebencian dan pelecehan atas dasar keyakinan agama dan praktek-praktek budaya dan asumsi yang keliru mengenai peningkatan jumlah mereka.(T/P014/R2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply