NATO RENCANAKAN INTERVENSI SURIAH

Foto: APJakarta, 9 Jumadil Awal 1434/20 Maret 2013 (MINA) – Anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) mempertimbangkan rencana aksi militer di Suriah, namun intervensi akan terjadi hanya dengan persetujuan resolusi PBB dan 20 anggota aliansinya, kata panglima tertinggi NATO Laksamana James Stavridis pada Selasa (19/3).

Stavridis mengatakan kepada anggota senat Angkatan Bersenjata AS, anggota NATO mempertimbangkan untuk menargetkan jaringan pertahanan udara Suriah. Menurutnya strategi tersebut telah ‘berhasil’ digunakan di Libia pada 2011, menurut laporan Ahram yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

“Kami melihat ini sebagai operasi berskala besar, dan kami siap  jika dipanggil untuk terlibat sebagaimana ketika kami berada di Libya,” kata Stavridis.

Keterlibatan NATO di Suriah mulai terlihat sejak NATO bersiaga di perbatasan Turki-Suriah pada awal 2013.

Menurut laporan kantor berita MENA, pada akhir 2012 Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Ben Helli menolak campur tangan NATO di Suriah.

Saat itu, selama pertemuan dengan delegasi NATO yang dipimpin Asisten Sekretaris Jenderal NATO Urusan Politik dan Kebijakan Keamanan Dirk Brengelmann, Ben Helli mengatakan kemungkinan campur tangan NATO dalam krisis Suriah “sama sekali dikesampingkan”. Saat ini berbagai upaya dipusatkan pada penyelesaian politik dan bukan militer.

Pada bulan yang sama, pihak NATO melalui  Ketua Komite Militer NATO Knud Bartles mengatakan tidak akan melakukan intervensi terhadap Suriah. Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan Komandan Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov.(T/P03/R2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply