NEGOSIASI GAGAL, MALAYSIA GELAR OPERASI MILITER DI SABAH

Sabah, 23 Rabiul Akhir 1434/ 5 Maret 2013 (MINA) – Pasukan Keamanan Malaysia akhirnya melancarkan serangan habis-habisan terhadap Pasukan Kesultanan Sulu, Filipina yang memasuki wilayah Sabah, Malaysia di Lahad Datu, Sabah, Malaysia pagi ini (5/3).

Sebanyak 7 batalion militer Malaysia bekerja sama dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) dikerahkan untuk menyerang kelompok bersenjata yang diketahui merupakan pasukan dari kesultanan Sulu, Filipina Selatan pada pukul 7 pagi ini atau pukul 6 WIB.

Serangan dilakukan melalui darat dan udara dengan mengirimkan pesawat tempur F-18 dan Hawk yang kemudian diikuti oleh serangan darat beberapa saat kemudian. Mereka terlihat mengepung Kampung Tanduo di empat area, lapor Utusan Malaysia.

Sebelum serangan dilancarkan, penduduk Kampung Labian dan Kampung Batu yang daerahnya berdekatan dengan Kampung Tanduo telah dievakuasi tadi malam.

Serangan ini menindak lanjuti pernyataan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak yang mengatakan Malaysia akan mengambil tindakan serius jika kelompok bersenjata Sulu tersebut tidak meninggalkan Lahad Datu dengan segera.

“Kerjaan (Malaysia) mesti mengambil tindakan yang sewajarnya untuk menjaga kedaulatan negara sebagaimana yang dituntut rakyat karena negosiasi yang dilakukan kerajaan untuk menghindari pertumpahan darah di Lahad Datu tidak berhasil,” ungkap Najib.

Sebelumnya, pemerintah Malaysia telah menawarkan negosiasi agar kelompok tersebut menyerah dan dipersilakan meninggalkan Sabah tanpa dikenakan pasal yang serius, namun kemudian kelompok tersebut terus mengancam akan menyerang Malaysia dari beberapa tempat lagi.

Jum’at (1/3) kemarin, terjadi baku tembak yang menewaskan dua anggota kepolisian Malaysia dan 12 anggota kelompok tersebut di Lahad Datu. “Setelah serangan yang pertama, saya sudah menegaskan bahwa mereka harus menyerahkan diri, jika tidak maka pihak berwenang akan bertindak,” tegas Najib.

Sementara itu, Kedutaan Malaysia di Filipina terpaksa ditutup karena protes yang dilakukan menyusul operasi militer yang dilakukan Malaysia di Lahad Datu pagi tadi. Senin (04/03), pemerintah Filipina meminta kepada Kuala Lumpur untuk melakukan pengendalian maksimum dan menghindari pertumpahan darah lebih lanjut. Selama bentrokan tersebut, sudah 27 korban jiwa berjatuhan dari kedua belah pihak.(T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply