NETENYAHU JANJI LANJUTKAN BANGUN PERMUKIMAN

Jerusalem, 8 Jumadil Ula 1434/19 Maret 2013 (MINA) – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan terus memperluas permukiman Yahudi sampai pada tingkat pemerintah.

Pernyataan tersebut, dikeluarkan dua hari menjelang kunjungan Presiden AS Barack Obama yang telah mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman di tanah Palestina untuk memperluas areal Israel, Obama menyarankan agar kabinet Netanyahu yang baru bisa membuktikan menjadi koalisi.   

Menteri Perumahan Israel, Uri Ariel mengatakan dalam sebuah wawancara di televisi bahwa di wilayah yang dikuasai Israel pembangunan permukiman Yahudi akan terus berjalan sesuai dengan kebijakan pemerintah Israel, demikian seperi dilaporkan Ma’an yang dipantau Miraj News Agency (MINA).

Dalam ajaran alkitab Israel, sebagian wilayah Palestina yang direbut selama perang tahun 1967, Ariel mengatakan kepada televisi Israel Channel 10 bahwa 0akan membangun di Yudea dan Samaria seperti yang telah dilaksanakan sebelumnya dan tidak mempunyai alasan untuk mengubah nama-nama kota tersebut.

Ariel menambahkan, bahwa Israel berencana akan melanjutkan pembangunan perumahan permukiman Yahudi untuk daerah yang lebih jarang di huni penduduknya dalam batas kedaulatan wilayah Negev di selatan dan wilayah Galilea di utara.

“Pembangunan di Tepi Barat bukan cerita belaka dalam rencana pembanguan permukiman Yahudi milik Israel,” ujar Ariel. Israel mengklaim bahwa dalam ikatan sejarah Alkitab Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur, pemukiman rumah bagi Israel sekitar 500.000, dan Israel membantah bahwa bangunan di daerah tersebut ilegal.

Pembicaraan perdamaian untuk solusi kedua negara tersebut dalam konflik Israel dan Palestina telah dibekukan sejak tahun 2010, dalam sengketa pembangunan pemukiman Israel. Netanyahu telah mempercepat penyelesaian rencana pembanguan pemukiman Israel setelah Palestina mendapat pengakuan negara Palestina di Majelis Internasional PBB pada bulan November, Israel menentang sebagai langkah unilateral untuk mencaplok wilayah Palestina dalam upaya perdamaian.

Pada akhir Desember dan awal Januari, Israel mengumumkan rencana membangun lebih dari 11.000 rumah baru di Tepi Barat dan Jerusalem Timur, hampir dua kali lipat 6.800 dibangun pemerintah Netanyahu sejak tahun 2009, angka pemukiman Yahudi ini meningkat drastis. 

Terpilihnya kembali Netanyahu sejak 22 Januari lalu untuk mengendalikan roda pemerintahan membuatnya meningkatkan aktivitas pembangunan permukiman. Sementara itu rakyat Palestina terus meningkatkan aksi protesnya akibat biaya hidup yang terus meningkat. (T/P012/R2).

MIRAJ NEWS AGENCY (MINA)

 

 

 

Leave a Reply