NILAI AGAMA MENDUKUNG ILMU PENGETAHUAN

Malang, 15 Jumadil Awal 1434/26 Maret 2013 (MINA) – “Islam juga berarti damai dan selamat. Dengan menggabungkan ketiga unsur makna dari Islam itulah sejarah umat Islam pernah mencatat sebuah peradaban tinggi dengan manusia-manusia besar yang maju dalam ilmu pengetahuan dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kejujuran demi kehidupan yang damai, di dunia dan akhirat,” kata Wakil Presiden RI Boediono saat meresmikan Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, 25 Maret 2013 seperti dikutip MINA dari siaran pers Wakil Presiden. 

Ketiga unsur itu, kata Wapres, diakomodasi dalam upaya UIN Maulana Malik Ibrahim mencanangkan 4 (empat) pilar program pendidikannya, yakni, Kemantapan aqidah dan kedalaman spiritual, Keluhuran akhlak/moral, Keluasan ilmu pengetahuan, serta Kematangan profesional. “Ini tentu bukan hal yang mudah untuk dicapai. Namun kita percaya bahwa cita-cita luhur itu akan benar-benar dapat terwujud, apabila ada komitmen kuat dan dedikasi penuh dari seluruh civitas academica UIN Maulana Malik Ibrahim,” katanya.

Bagi insan beragama, itu semua terjadi hanya dengan seijin Tuhan, Allah SWT. Itu semua adalah rakhmat Allah. Dan karena itu sudah seharusnya kita syukuri. Yang penting tentu adalah bagaimana caranya kita mensyukuri semua itu, tambah boediono. 

Hadir pula menteri agama RI, Suryadharma Ali, menurutnya, lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia telah mengalami perubahan dengan modernisasi kapasitas ilmu dan fasilitas sehingga mampu bersaing dalam kompetisi global. Dalam mengusung kultur dan identitas Islam di Indonesia yang moderat, modernisasi lembaga-lembaga pendidikan Islam Indonesia itu berupaya mengkombinasi antara studi agama dan studi akademis. 

Menanggapi hal itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof. Dr. Imam Suprayogo, UIN melakukan eksperimentasi menggabungkan ilmu agama dan ilmu umum dimana penelaahan kitab suci dan hadits secara mendalam dilakukan oleh mahasiswa sains dan teknologi, psikologi, ekonomi, humaniora dan budaya di samping disiplin ilmunya masing-masing. Dan untuk menekankan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris, setiap mahasiswa tahun pertama wajib tinggal di asrama dengan fasilitas 3500 orang untuk mahasiswa dan 2000 orang untuk mahasiswi. 

“Sebagian mahasiswa dan mahasiswi kami mengembangkan kemampuan ekstra untuk menghafal Al Quran. Mereka yang melakukannya bukan hanya dari ilmu agama tapi juga dari ilmu sains dan tekhnologi dan hebatnya mereka juga bisa mempertahankan nilai-nilai tinggi dalam disiplin ilmunya,” kata Rektor UIN tersebut. (T/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply