OBAMA DESAK ISRAEL KELUAR DARI TEPI BARAT

Yerusalem, 23 Rabiul Akhir 1434 / 5 Maret 2013 (MINA) – Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mendesak Israel menarik militer mereka dari Tepi Barat selama kunjungannya ke kawasan konflik tersebut, akhir bulan ini.

Sumber di Tel Aviv mengatakan, permintaan tersebut dimintakan Gedung Putih langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Penarikan mundur militer juga akan disertai dengan pengosongan wilayah konflik tersebut dari pendudukan negara Yahudi tersebut.

”Kunjungan Obama bukan lain untuk membicarakan Palestina dan Iran,” kata sumber Israel kepada Times of Israel dan dilansir World Tribune, Ahad (3/3).

Menurut sebuah laporan, rencana penarikan Israel bisa menjadi bagian dari dukungan Amerika untuk segera membentuk negara Palestina merdeka di Tepi Barat pada tahun 2014.

Dalam pidatonya di hadapan Lobi-lobi Israel-Amerika di Gedung Putih (The American Israel Public Affairs Comittee/ AIPAC), Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, menyatakan bahwa kesepakatan perdamaian dengan Palestina dalam kondisi sekarang ini, sangat tidak mungkin.

Lebih dari setengah juta pemukim Israel tinggal di lebih dari 120 pemukiman yang dibangun sejak 1967 ketika Israel mulai menduduki Tepi Barat dan Al-Quds Timur (Yerusalem). Aksi kekerasan terjadi hampir setiap pekan di wilayah Palestina tersebut oleh para pemukim Israel.

Sementara itu, pemukiman Israel dianggap ilegal oleh PBB dan sebagian besar negara karena wilayah tersebut dikuasai oleh Israel dalam perang 1967 yang menurut Konvensi Jenewa melarang pembangunan di tanah-tanah yang diduduki.

Rezim Israel meningkatkan kegiatan pembangunan pemukiman setelah Palestina berhasil menaikkan statusnya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa pada 29 November tahun lalu. Sebanyak 193 anggota Majelis Umum mendukung Palestina dengan perbandingan 138:9 dengan 41 negara menyatakan abstain.

Obama dijadwalkan mengunjungi Israel dan Palestina pada 20 Maret. Lawatan tersebut adalah yang pertama bagi Obama ke kawasan tersebut. Rencana ini menimbulkan spekulasi geopolitik di kawasan tersebut.(T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply