OKI LUNCURKAN PUSAT INFORMASI ROHINGYA

Jeddah, 14 Jumadil Awwal 1434/25 Maret 2013 (MINA) – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) secara resmi meluncurkan pusat informasi bernama Pusat Rohingya Global (Global Rohingya Center/GRC) untuk mendukung hak-hak masyarakat Muslim Rohingya dan meningkatkan kondisi kehidupan yang layak di tempat tinggal mereka, Ahad (24/3).

GRC akan menjadi sumber daya media yang memberikan pengetahuan informasi penting dan terkini untuk memfasilitasi laporan yang akurat dan mendalam tentang permasalahan Rohingya. GRC juga akan membantu organisasi-organisasi internasional dalam mengembangkan rencana untuk memberikan bantuan dalam meringankan penderitaan masyarakat muslim yang teraniaya itu.

GRC diluncurkan di bawah naungan Sekretaris Jenderal OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu, dengan mengungkapkan keprihatinan mendalam pada tindak kekerasan yang terjadi terhadap umat Islam di Myanmar oleh tangan ekstremis Buddha.

“Kekerasan di Arakan, bagian barat negara Myanmar, terus berlanjut sejak Juni 2012 lalu dan telah menyebar ke kota-kota lain, terutama di kota Meikhtilar, wilayah Mandalay,” kata Ihsanoglu seperti dikutip IINA yang dipantau MINA.

Tragedi yang terjadi di Myanmar baru-baru ini, lebih dari 40 masjid serta pemukiman Muslim dibakar di perkampungan Yamethin dalam peningkatan kekerasan anti-Muslim di Burma, Sabtu malam (23/3).

Kekerasan yang terjadi selama tiga hari yang berkobar di kota Meiktila, 130 kilometer (80 mil) utara Naypyidaw, Rabu lalu (20/3), juga mengakibatkan setidaknya 32 orang tewas dan menghancurkan sekitar 9000 lebih unit pemukiman. Ratusan keluarga terpaksa melarikan diri dari kekerasan etnis itu.

“Kekerasan seperti ini tidak dapat dilanjutkan. Hal ini tidak dapat diterima dan memberikan indikasi pendekatan negatif yang diadopsi pemerintah Myanmar dalam menangani ketegangan etnis”, kata Ihsanoglu dalam pidato Peluncuran GRC di Jeddah, Arab Saudi.

“Komunitas ini (Rohingya) sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang mengerikan. Mereka mengalami pengingkaran martabat dan hak asasi manusia”, tambahnya. Peluncuran GRC dihadiri oleh perwakilan dari organisasi Arakan Rohingya Union (ARU) dan anggota komunitas Rohingya di Arab Saudi.

Konflik Myanmar menyita perhatian dunia internasional akhir-akhir ini. Penindasan yang dialami Muslim Rohingya membuka mata atas sejarah mereka sebagai etnis Myanmar yang tidak diakui.

Human Rights Watch (HRW) melaporkan, puluhan jiwa meninggal dunia, ribuan rumah terbakar, dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal mereka sejak insiden Pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar, Juni 2012 lalu. Sementara pihak Pemerintah Myanmar tidak berbuat banyak untuk mencegah insiden itu. Bahkan pihak keamanan ikut terlibat dalam pembantaian tersebut. (T/P011/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply