PALESTINA DAFTARKAN SITUSNYA KE UNESCO

Bethlehem, 25 Rabiul Akhir 1434/7 Maret 2013 (MINA) – Pemerintah Palestina memutuskan untuk membentuk sebuah komite guna mendaftarkan situs-situs budaya yang mereka miliki kepada badan PBB bidang perlindungan budaya dunia UNESCO.

Hal ini dikatakan oleh Omar Awadallah, kepala Kementerian Luar Negeri Palestina pada Selasa (5/3). Ia mengatakan bahwa tujuan dibentuknya  komite adalah untuk mempersiapkan situs-situs warisan kebudayaan yang ada di wilayah Palestina untuk diakui dan dilindungi dari ancaman serangan Israel.

“Israel berusaha untuk menghancurkan situs-situs sejarah kami, terutama yang ada di sekitar Al Aqsa. Masyarakat internasional  harus mengetahui hal ini dan harus melindunginya dari kehancuran oleh kekejaman Israel,” katanya.

“Setiap kementerian telah diminta untuk mempersiapkan data-data mereka untuk didaftarkan ke komite UNESCO, ” tambahnya lagi. 

Awadallah memberikan contoh dalam Kementerian kebudayaan misalnya. Departemen tersebut akan menyajikan situs Palestina berupa kegiatan masyarakat yang telah dilakukan warga Palestina ketika bulan Ramadhan.

Situs yang didaftarkan tidak harus berupa benda atau tempat tertentu. Tapi hal itu bisa berupa adat atau kebiasaan yang telah dilakukan oleh masyarakat.

Kementerian Kebudayaan Palestina juga berencana mendaftarkan pantai Laut Mati yang berada di Tepi Barat sebagai bagian dari situs Palestina karena wilayah tersebut masih berada di wilayah Palestina meski saat ini berada dalam kekuasaan penjajah Israel.

Pada bulan Januari 2.013 lalu, kementerian kebudayaan juga telah mendaftarkan desa Battir, Betlehem sebagai situs warisan kebudayaan milik Palestina. Di tempat tersebut,  banyak sekali warisan kebudayaan Islam peninggalan kerajaan-kerajaan masa lalu. Namun saat ini tempat tersebut tidak terurus setelah berada dalam cengkeraman Israel.

Desa Battir saat ini berpenduduk sekitar 4.500 orang. Desa itu memiliki sistem irigasi kuno peninggalan kerajaan Islam masa lalu yang telah memberikan suplai air kepada masyarakat untuk pertanian dan kebutuhan kehidupan mereka selama berabad-abad.

Namun penjajah Israel justru membangun tembok yang memisahkan desa tersebut dengan sumber air yang menyebabkan warga desa mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.  Tembok Israel tersebut juga memisahkan warga desa dengan ladang-ladang mereka yang digunakan untuk mata pencaharian.

Panitia rencananya akan memilih situs Battir ini sebagai tempat konferensi UNESCO yang akan diselenggarakan pada bulan Juni 2013 nanti. Pada bulan Juni 2012 lalu, UNESCO telah menetapkan sebuah gereja di Bethlehem sebagai situs milik Palestina yang digunakan sebagai tempat ziarah warga kristiani.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply