ISRAEL DAN PALESTINA MINTA KOMITMEN OBAMA

Washington, 6 Jumadil Awal 1434/17 Maret 2013 (MINA) – Kedua belah pihak, baik Israel maupun Palestina sama-sama menuntut komitmen kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama atas rencana kunjungannya ke Tel Aviv dan Ramallah Rabu depan (20/3).

Israel minta Obama tetap komitmen atas dukungannya, sementara Palestina mengharapkan komitmen Amerika Serikat  atas pembentukan Negara Palestina merdeka.

James Zogby, presiden Institut Arab-Amerika mengatakan bahwa AS cukup mendapatkan kesulitan selama masa jabatan Obama empat tahun, mengingat konflik Israel-Palestina belum berakhir. 

“Ini situasi politik yang sangat sulit, baik di pihak  Israel, Palestina maupun di Washington,” ujarnya.

Ken Jacobson Wakil Liga Anti-Fitnah Yahudi mengharapkan kunjungan ini akan menjadi sangat simbolis.

“Saya tidak mengharapkan terlalu besar. Tetapi paling penting adalah meyakinkan publik Isreal bahwa mereka memiliki teman di Gedung Putih”, katanya, seperti dilaporkan The Journal of Turkish Weekly.

Jacobson menyarankan, agar kunjungan itu memberikan kepercayaan untuk terjalinnya  hubungan yang lebih baik antara AS dan umat muslim.

Membawa Pesan

Muesher, mantan Menteri Luar Negeri Yordania berpendapat, kemungkinan ada harapan untuk mencapai solusi dua negara, guna menciptakan Palestina sebagai negara merdeka berdampingan dengan Israel.

Ken Jacobson Wakil Liga Anti-Fitnah menyebutkan, perdamaian adalah kepentingan untuk kedua belah pihak, maka kedatangan Presiden AS berada ke sana adalah untuk membantu hal itu.

“Bukan rahasia lagi kalau Obama dan Netanyahu memang telah memiliki hubungan erat selama bertahun-tahun. Sehingga perlu bagi mereka untuk memperbaiki hubungan pribadi yang kuat,” tambahnya. (T/P013/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply