PALESTINA JORDAN SEPAKAT SELAMATKAN AL AQSA

Amman, 20 Jumadil Awal 1434/1 April 2013 (MINA) – Presiden Palestina Mahmud Abbas bertemu dengan Raja Yordania, Abdullah II bin Al-Hussein, pada Ahad (31/3). Keduanya sepakat melakukan kerjasama pertahanan dalam rangka menyelamatkan tempat suci umat Islam Masjid Al Aqsa dan situs-situs sejarah dan budaya lainnya di kota Al Quds (Yerussalem) sekitarnya.

Abbas tiba di ibu kota Yordania, Amman pada hari Ahad dan langsung mengadakan pertemuan dengan Raja Jordan di Royal Palace, komplek istana kepresidenan Yordania. Mereka langsung membicarakan situasi terkini kota Al Quds dan beberapa kasus penyusupan serta provokasi yang dilakukan oleh para ekstrimis Zionis dan tentara Yahudi.

Menteri Wakaf dan Urusan Agama Palestina, Mahmud Habbash dan pejabat kementrian Yordania juga ikut menghadiri penandatanganan perjanjian itu. WAFA melaporkan bahwa perjanjian ini dalam rangka koordinasi dan kerjasama dalam melakukan perlindungan dan perawatan terhadap Masjid Al Aqsa serta semua tempat suci umat Islam dan Kristen khususnya yang ada di kota Yerusalem seperti dipantau oleh Mi’raj News Agency (MINA).

Habbash mengatakan bahwa perjanjian kerjasama ini merupakan upaya pemerintah Yordania dalam melindungi tempat-tempat suci umat Islam di Yerusalem serta menekankan kedaulatan dan kemerdekaan Negara Palestina dan Yerusalem Timur sebagai ibukota Negara Palestina.

“Perjanjian tersebut menegaskan peran bersejarah Negara Jordania dalam upaya melindungi situs-situs suci di Yerusalem.  Pemerintah Yordania juga menegaskan bahwa kedaulatan Palestina atas seluruh wilayahnya, termasuk ibukotanya, Yerusalem,” kata Habash.

Berdasarkan fakta sejarah, penjajah Israel menduduki Yerusalem sejak tahun 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah serangan tidak pernah mendapatkan legitimasi dari masyarakat internasional karena melanggar hukum internasional.

Juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudineh mengatakan bahwa pemerintah Palestina mengecam aksi penyusupan dan provokasi  yang dilakukan oleh ekstremis Zionis Yahudi dan tentara Israel pada Ahad (31/3) di komplek Masjid Al Aqsa. Salah satu dari bentuk provokasi mereka adalah dengan melakukan aksi kencing di dalam komplek masjid.

Para saksi dari jamaah masjid juga mengatakan bahwa puluhan penyusup ekstrimis Yahudi itu juga melakukan aksi meminum minuman keras (anggur) di dalam komplek masjid. Hal itu kemudia memicu bentrokan antara jamaah masjid dengan para penyusup yang dibantu tentara Israel tersebut.

Sementara itu, juru bicara militer Israel Micky Rosenfeld mengatakan bahwa mereka menangkap enam jamaah masjid yang merupakan warga Palestina saat terjadi bentrokan di dalam kompleks masjid Al Aqsa. Mereka beralasan bahwa para jamaah tersebut melemparkan batu ke arah pengunjung Yahudi dan Kristen ketika sedang berada di masjid tersebut.

Namun hal ini dibantah oleh pihak penjaga masjid Al Aqsa. Para ekstrimis itulah yang memulai melakukan provokasi sehingga memicu kemarahan para jamaah. Mereka tidak melempari para penyusup itu dengan batu, karena di dalam area masjid semua lantainya permanen sehingga tidak ada bebatuan yang bisa diambil.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply