ISRAEL KUASAI SUMBER AIR PALESTINA

Ramallah, 10 Jumadil Awal 1434/22 Maret 2013 (MINA) – Biro Pusat Statistik Palestina (Palestinian central bureau of statistics PCBS) dan Badan Urusan Perairan Palestina (Palestinian water authority PWA) menyatakan, Israel saat ini menguasai hampir seluruh sumber air di wilayah Palestina.

“Israel saat ini menggunakan 85 % suplai air dari seluruh sumber air di wilayah Palestina dengan menyalurkannya kepada para pemukim Israel. Sementara rakyat Palestina hanya mendapatkan 15 % saja dari produksi air di wilayahnya,” kata PCBS dan PWA dalam sebuah siaran pers dan situs resminya, Kamis (21/3) seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Siaran pers itu dikeluarkan untuk memperingati hari air sedunia yang jatuh pada Jum’at ini (22/3).

Israel mematok harga yang tinggi untuk rakyat Palestina. Di Tepi Barat harga air 27 NIS (mata uang Israel) per meter kubik, atau sekitar Rp. 70.000,00. Sementara di Gaza, harga air 24 NIS per meter kubik, atau sekitar Rp. 62.500,00. Sementara Israel memasok air kepada para pemukim yahudi secara gratis.

Masalah pasokan air juga menjadi kendala utama untuk rakyat Palestina. Air hanya mengalir beberapa jam saja ke rumah-rumah mereka, dan itupun dalam jumlah yang terbatas. Sebaliknya, untuk pemukim Yahudi Israel, mereka mendapatkan pasokan air empat kali lebih banyak dari warga Palestina.

Hal itulah yang sering menyebabkan terjadinya konflik antara rakyat Palestina dan pemerintah Israel. Mereka menguasai sumber air Palestina, tetapi tidak adil dalam pendistribusian kepada penduduk di sekitarnya.

Menurut hasil survei PWA tahun 2011, sebanyak 89,4% penduduk di Tepi Barat dan 96,3 % penduduk Gaza sangat tergantung dengan pasokan air dari pemerintah Israel.

Masalah sumber air di Palestina sudah dibicarakan pada perjanjian Oslo tahun 1995. Pasal 40 dalam perjanjian tersebut mengatur tentang pembagian air di wilayah Palestina serta pelaksanaan proyek pembangunan mata air. Namun, Israel mengingkari perjanjian tersebut dengan menguasai hampir seluruh mata air di wilayah Palestina.

Sementara itu, sejumlah Asosiasi lokal mengkritik pemerintah Israel dengan ketidakadilannya dalam memberikan suplai air kepada rakyat Palestina, Israel tidak menetapkan jadwal tertentu dalam pendistribusian suplai air ke kawasan rakyat Palestina.

Jumlah debit air di Palestina sangat melimpah, dan tidak seharusnya terjadi krisis, apalagi jika ditunjang dengan sejumlah proyek untuk pengendalian air. Namun, pemerintah Israel yang menguasai sumber-sumber air dan tidak mendistribusikan secara adil kepada rakyat Palestina. (T/P04/P02)

 Mi’raj News Agency (MINA)

 

Rate this article!

Leave a Reply