PALESTINA SAMBUT RENCANA KUNJUNGAN TURKI

Ankara, 18 Jumadil Awwal 1434/29 Maret 2013 (MINA) – Seorang pejabat Palestina mengatakan pada Kamis (28/3) Palestina menyambut rencana Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan untuk mengunjungi Gaza tetapi memperingatkan agar kunjungan ini jangan sampai memperdalam perpecahan antara faksi-faksi di Gaza.

Fadi F. Elhusseini, seorang diplomat senior di Kedutaan Besar Palestina di Ankara, mengatakan pejabat negara yang mengunjungi Gaza dengan melewati wakil rakyat Palestina yaitu Presiden Palestina Mahmoud Abbas, akan memperdalam perpecahan di antara faksi-faksi Palestina. “Kunjungan di bawah kondisi seperti itu akan membahayakan masalah Palestina,” kata Elhusseini.

Elhusseini juga mencatat para pemimpin pada KTT Liga Arab di Doha pekan ini sepakat untuk mengadakan KTT mini Arab, yang dipimpin oleh Mesir dan pemimpin Fatah dan Hamas, di Kairo sesegera mungkin untuk mencapai rekonsiliasi nasional Palestina.

“Kunjungan ke Gaza dalam waktu yang kritis ketika kedua belah pihak bertemu untuk rekonsiliasi tidak akan membantu upaya rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah,” kata diplomat itu seperti yang dilaporkan Today’s Zaman dan dipantau MINA.

Sebuah pernyataan dari Kedutaan Besar Palestina tidak menyebutkan kekhawatiran tersebut dan mengatakan rakyat Palestina menyambut kunjungan dan setiap kota Palestina akan terhormat untuk menerimanya.

Pernyataan itu juga mengatakan, “Orang-orang Palestina yang ingin membalas kebaikan Turki dan orang-orang Turki atas dukungan terus-menerus untuk Palestina dan orang-orang Palestina.”

Erdogan mengatakan pada Selasa (26/3) ia berencana untuk mengunjungi wilayah Palestina, termasuk Gaza, dengan organisasi-organisasi bantuan di Turki untuk memantau status dari blokade Israel di Jalur Gaza sehubungan dengan pencabutan blokade yang merupakan salah satu dari tiga tuntutan Ankara yang diajukan untuk menormalkan hubungan dengan Tel Aviv dan bekerja untuk memperbaiki kondisi kemanusiaan.

Kunjungan ini diperkirakan akan berlangsung bulan depan. Pengumuman Erdogan datang tak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Jumat meminta maaf kepada Turki untuk serangan 2010 pada kapal Mavi Marmara yang menuju ke Jalur Gaza yang diblokade dengan membawa bantuan kemanusiaan, yang mengakibatkan tewasnya delapan warga Turki dan seorang Turki -Amerika.

Mengenai jadwal kunjungan Erdogan untuk Gaza, Elhusseini mengatakan pemerintah Palestina tidak menerima catatan resmi dari pemerintah Turki tentang kunjungan perdana menteri. “Kami baru saja mendengar segala sesuatu tentang kunjungan melalui laporan berita,” kata Elhusseini.

Sebelumnya, Diplomat Israel dan Turki sekarang diharapkan memulai pembicaraan tentang kompensasi bagi keluarga korban serangan Mavi Marmara. Menteri Kehakiman Israel Tzipi Livni dan Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu membahas masalah tersebut dalam pembicaraan telepon pada Senin (25/3) dan setuju bahwa pejabat dari kementerian luar negeri kedua negara akan segera memulai pembicaraan mengenai kompensasi.

Setelah permintaan maaf Israel, Erdogan mengatakan Israel telah memenuhi tuntutan Turki untuk meminta maaf atas pembunuhan orang-orang Turki di kapal Mavi Marmara dan untuk memberikan kompensasi kepada keluarga korban.

Seorang diplomat senior Turki, yang berbicara kepada Today’s Zaman tanpa disebutkan identitasnya, mengatakan kemungkinan besar pertemuan delegasi Turki-Israel, yang akan mengadakan pembicaraan mengenai kompensasi yang harus dibayar untuk keluarga para penumpang yang tewas di kapal akan berlangsung di Ankara.

Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc, mengatakan pada Senin (25/3) kedua belah pihak sepakat untuk membentuk sebuah komite tingkat tinggi bersama selama beberapa hari mendatang yang akan merumuskan ketentuan perjanjian Israel untuk membayar kompensasi. (T/P011/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply