PALESTINA TOLAK PENGHENTIAN SEBAGIAN PEMUKIMAN ISRAEL

Pemukiman Ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina

Ramallah, 14 Jumadil Awal 1434/25 March 2013 (MINA) – Kepala negosiator Palestina Saeb Erekat mengatakan bahwa pemerintahnya tidak akan menerima penghentian sebagian pemukiman Israel sebagai langkah damai untuk memulai kembali pembicaraan damai.

“Tentu saja tidak. Kami menolak,” kata Saeb Erekat, Ahad ketika ditanya apakah Presiden Mahmoud Abbas akan menerima pembekuan parsial pada kegiatan permukiman Israel tersebut.

“Pertama, 90 persen pembangunan pemukiman terjadi di dalam blok,” katanya. “Jika kita menerima, kita akan melakukan dua kejahatan. Yang pertama, melegalkan apa yang illegal, yakni pembangunan permukiman. Dan yang kedua adalah menerima kebijakan diktatoris Israel,” tambahnya.

Pada Kamis (21/3), Abbas mengungkapkan pada saat kunjungan Presiden AS Barack Obama bahwa tidak mungkin ada pembicaraan dengan Israel tanpa penghentian pembangunan pemukiman.

Abbas menggambarkan kegiatan permukiman Israel sebagai rintangan besar bagi perdamaian antara kedua belah pihak.

“Kita tidak menganggap kegiatan permukiman bisa menjadi sesuatu yang dapat memajukan penyebab perdamaian,” ungkap Abbas.

Selama kunjungannya, Obama mengatakan pendudukan Israel di Tepi Barat harus diakhiri dan ia sangat berkomitmen mewujudkan sebuah negara Palestina merdeka.

Namun Obama meminta warga Palestina menghentikan tuntutan mereka dalam pembekuan kegiatan pemukiman Israel di wilayah pendudukan sebagai prasyarat dimulainya kembali pembicaraan perdamaian.

Permukiman Israel dianggap ilegal oleh masyarakat internasional. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pembangunan permukiman merupakan bagian dari kebijakan Tel Aviv dan tidak akan berhenti.

Pembicaraan perdamaian dalam sengketa pembangunan pemukiman Israel untuk solusi kedua negara tersebut telah dibekukan sejak tahun 2010. Netanyahu mempercepat penyelesaian rencana pembanguan pemukiman Israel setelah Palestina mendapat pengakuan negara Palestina di Majelis Internasional PBB pada bulan November 2012 lalu, Israel menentang sebagai langkah unilateral untuk mencaplok wilayah Palestina dalam upaya perdamaian.

Pada akhir Desember dan awal Januari, Israel mengumumkan rencana membangun lebih dari 11.000 rumah baru di Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Angka pemukiman Yahudi ini meningkat drastis hampir dua kali lipat dari yang dibangun pemerintah Netanyahu sejak tahun 2009 sebanyak 6.800 bangunan.

Terpilihnya kembali Netanyahu sejak 22 Januari lalu untuk mengendalikan roda pemerintahan membuatnya meningkatkan aktivitas pembangunan permukiman. Sementara itu rakyat Palestina terus meningkatkan aksi protesnya akibat biaya hidup yang terus meningkat.(T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply