PALESTINA UMUMKAN DPT 10 APRIL

Bethlehem, 29 Rabiul Akhir 1434/11 Maret 2013 (MINA) – Komisi Pemilihan Umum Palestina (CEC) akan mengumumkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu Palestina pada 10 April mendatang.

 Hal itu diungkapkan ketua CEC Hanna Nasser pada Ahad (10/3) setelah memastikan data pemilih dari Gaza dan Ramallah sudah sampai di kantor KPU pusat di Bethlelem. Demikian diungkapkan maan seperti dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

“Kami telah menyelesaikan semua data-data pemilih di seluruh wilayah Palestina dan kami akan mengumumkan daftar pemilih tetap pada 10 April mendatang,” kata Nasser yang juga ketua CEC.

Sebelumnya pengiriman data sempat tertunda akibat Israel menghambat pengiriman data pemilih dengan memblokir jalan yang dilalui mobil pengangkut data.

“ Pada bulan Februari 2013 lalu, Israel memblokir seluruh akses jalan ke Bethlehem sehingga mobil pengangkut data pemilih tidak bisa melewati jalan tersebut. Tapi sekarang semuanya sudah beres. Kami tinggal melanjutkan agenda ini ke tahap berikutnya,” papar Nasser.

Hanna Nasser juga mengatakan bahwa CEC saat ini menggunakan aplikasi scanner digital untuk mentransfer data pemilih dari beberapa kantor cabang KPU di Gaza dan Ramallah. Registri final sebenarnya dijadualkan selesai pada tanggal 30 Maret nanti, namun hal itu tertunda karena blokade dari Israel. CEC mengungkapkan bahwa sebanyak 258.000 orang telah terdaftar sebagai pemilih yang telah diupdate untuk pertama kalinya sejak Januari 2005.

Yasser al-Wadia, koordinator KPU Palestina mengatakan bahwa beberapa tokoh Palestina akan melakukan pertemuan lanjutan pada bulan April mendatang untuk membicarakan mekanisme pemilu. “Kesepakatan yang telah ditandatangani pada bulan Mei 2011 lalu untuk menyatukan kembali Tepi Barat dan Gaza. Kali ini kesepakatan itu akan segera terwujud,” kata al Wadia.

Sebenarnya Komisi Pemilu Palestina sudah ingin memulai proses pendaftaran sejak tahun lalu, namun niat itu tertunda karena belum ada kesepakatan tentang mekanisme pendataan. Hubungan antara Fatah dan Hamas saat ini sendiri makin membaik setelah mendapatkan dorongan dari Mesir untuk meneruskan proses rekonsiliasi.

Selain menyelenggarakan pemilu, syarat rekonsiliasi lainnya yang disepakati oleh Fatah dan Hamas adalah dibentuknya satu pemerintahan sementara sampai hasil pemilu keluar. Fatah dan Hamas pun melakukan pembicaraan selama dua hari pada akhir pekan lalu di Kairo, Mesir untuk membahas bentuk dari pemerintahan sementara tersebut.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply