PARLEMEN MESIR SETUJUI HUKUM OBLIGASI SYARIAH

Kairo, 9 Jumadi Awal 1434/20 Maret 2013 (MINA) –  Parlemen Mesir Rabu (20/3) menyetujui undang-undang yang memungkinkan penerbitan obligasi Islam yang dapat memberikan bentuk keuangan baru bagi pemerintah yang dililit banyak hutang.

Majelis Tinggi Islam memberikan suara yang mendukung undang-undang yang disahkan oleh pemerintah pada 27 Februari dan mengirimkannya kepada Presiden Mohamed Mursi untuk persetujuan akhir.

Menteri Keuangan Al-Mursi Al-Sayed Hegazy mengatakan bulan lalu Mesir bisa meningkatkan sekitar $ 10 miliar per tahun dari pasar sukuk – lebih besar dari yang diperkirakan beberapa analis – tetapi menambahkan setidaknya memerlukan tiga bulan untuk meneruskan peraturan yang diperlukan.

Mesir telah pernah mengeluarkan sukuk. Isu internasional akan membantu pemerintah menambah cadangan mata uang asing yang sangat rendah yang turun ke tingkat kritis $ 13,5 miliar pada Februari.

Majelis tinggi memberikan suara berlawanan dengan permintaan dari Partai Nour, kelompok utama Islam garis keras Mesir, bahwa hukum harus disetujui oleh para sarjana di Al-Azhar, lembaga keagamaan yang harus dikonsultasikan pada hal-hal yang berkaitan dengan hukum Islam sesuai dengan konstitusi baru.

Mesir telah bertahan lebih dari dua tahun dalam ketidakstabilan politik dan ekonomi dan poundsterling telah kehilangan lebih dari 8 persen nilainya terhadap dolar sejak akhir tahun lalu. Pemerintah sedang mencari pinjaman $ 4,8 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mendukung perekonomian yang ‘sakit’.

Bassem Ouda, Menteri Pasokan Dan Perdagangan Internal, mengatakan Selasa (19/3)pemerintah akan mulai penjatahan roti bersubsidi, membatasi pasokan roti murah di mana banyak warga Mesir bergantung ketika negara mencoba untuk mengekang pengeluaran. Ouda mengatakan pemerintah akan mulai menerapkan sistem setelah dua bulan.

Uji coba dari sistem penjatahan menggunakan kartu pintar elektronik akan dimulai di kota Port Fouad dan Portsaid. Pasokan makanan adalah isu politik yang sensitif di Mesir, di mana kenaikan harga sedang berlangsung pada konsumen dan kekurangan telah memprovokasi kerusuhan di masa lalu. Pembatasan pada subsidi roti memicu kerusuhan roti pada tahun 1977. (T/P011/R2).

Mi’raj News Agency

Leave a Reply