PARTAI SALAFI DAN JAMAAH ISLAMIYAH MESIR PERTIMBANGKAN KERJASAMA

fotografer: Mahmoud KhaledKairo, 22 Rabiul Akhir 1434/4 Maret 2013 (MINA) – Para pemimpin  partai Salafi Nur  bertemu dengan rekan pemimpin dari Ppartai Kontruksi dan Pembangunan  (salah satu partai dari Jamaah Islamiyah) untuk membahas persekutuan  pada pemilihan parlemen mendatang.

Sumber dari Jamaah Islamiyah yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada Egypt Independent para pemimpin politik itu membahas upaya pemersatuan Ikhwanul Muslimin, partai yang memenangkan pemilu, dengan partai Nur.

Sumber tersebut mengatakan  persekutuan itu akan  ada di wilayah Mesir bagian Juga Suez serta Ismailia, dan partai Nur bersikeras tidak memasukkan Sheikh Hazem Salah Abu Ismail dari partai Salafi Raya, partai Watan Salafi, dan Partai Keadilan dan Kebebasan (FJP) ke dalam aliansi tersebut.

Pada Pemilu Parlemen Mesir 2011-2012, FJP memenangkan 47,2 persen dari semua kursi, selanjutnya disusul partai-partai Islam  Nur dan Partai Wasat yang memenangkan masing-masing 24,7 dan 2 persen. Kedua Partai, FJP dan Nour, membantah dugaan niat koalisi politik.

Partai Nur adalah partai politik Salafi yang dibentuk sejak kemunduran Mubarak. Pemimpin baru partai ini Younis Mikhion menegaskan pihaknya tidak akan berkoalisi dengan Ikhwanul Muslimin pada pemilihan parlemen mendatang, karena menurutnya hal itu ‘tidak berguna’.

Sedangkan partai FJP merupakan partai terkuat di Mesir.  Partai ini memiliki keterkaitan erat dengan ikhwanul muslimin.  Sejak 2011, Mursi menjabat sebagai ketua di partai yang dibangun setelah kemunduran Mubarak.(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply