PASUKAN ISRAEL BENTROK DENGAN JAMA’AH DI DALAM MASJID

Al Quds, 27 Rabiul Akhir 1434/9 Maret 2013 (MINA) – Pasukan Israel pada Jum’at (8/3) kembali terlibat bentrok dengan para jamaah masjid, tepatnya disebelah timur  Masjid al-Aqsa sesaat setelah selesai sholat Jum’at.

Para jama’ah pun berhamburan keluar masjid. Puluhan diantaranya menderita luka-luka dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Sementara itu dari pihak tentara Israel, beberapa diantara pasukannya juga menderita luka-luka akibat perlawanan para jama’ah. Sumber resmi pemerintah Israel melaporkan.

Menurut sumber-sumber Palestina, pasukan Israel sudah memasuki  masjid Al Aqsa pada saat  jum’at sedang berlangsung. Lalu mereka langsung menyerang jama’ah tepat setelah sholat usai.

Saksi dari jama’ah masjid mengatakan bahwa pasukan Israel menembakkan granat ke dalam masjid untuk membubarkan jamaah yang memprotes penodaan kitab suci umat Islam Al Qur’an, oleh tentara Israel pada Ahad(3/3) lalu.

Ketika itu sedang berlangsung acara pengajian di masjid Al Aqsa yang dihadiri oleh ratusan warga Palestina. Lalu ada tentara Israel yang datang dan langsung mengijak-injak dan menendang Al Qur’an yang berada di rak masjid.

Kecaman keras datang dari berbagai lembaga Islam internasional mengenai hal itu. Liga Arab dan gerakan perlawanan Libanon, Hizbullah adalah yang lembaga yang paling keras mengecam aksi kebiadaban tentara Israel itu.

Dalam sebuah pernyataannya pada hari Senin (4/3), Hizbullah menyerukan kepada semua negara-negara Muslim untuk mengambil sikap keras terhadap tentara Israel yang menghina kesucian kitab suci  dan tempat mulia umat Islam itu.

Al-Aqsa adalah Kiblat pertama umat Muslim dan tempat tersuci ketiga setelah Ka’bah di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Keutamaan Masjid ini bagi umat Islam juga diperkuat dengan peristiwa Isra‘ dan Mi’raj Nabi Muhammad, Sallallahu Alaihi wa Sallam.

Yahudi menduga dan mengklaim bahwa Kuil Salomon Yahudi ada di bawah tempat suci umat Islam ini dan mereka ingin menghancurkannya untuk membangun kuil itu kembali. Yayasan Al-Aqsa yang saat ini mengurusi masjid itu menuntut respon yang cepat untuk membela Al-Aqsa terhadap agresi penjajah Israel yang terjadi berulang kali.

Israel menduduki Al-Quds sejak perang tahun 1967 kemudian mencaplok wilayahnya dengan tindakan yang tak diakui oleh masyarakat internasional. Sejak saat itu, Israel melakukan serangkaian aksi penindasan untuk memaksa warga Palestina keluar dari kota itu, termasuk membongkar rumah dan bangunan-bangunan pemukiman penduduk.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply