PASUKAN PENJAGA PERDAMAIAN PBB AKHIRNYA DIBEBASKAN

      Amman, 29 Rabiul Akhir 1434/11 Maret 2013 (MINA) – Pasukan oposisi Suriah akhirnya membebaskan 21 pasukan penjaga perdamaian PBB dan telah menyerahkan mereka ke pihak berwenang di Yordania, seorang utusan perdamaian internasional di Suriah mengatakan.

       Mokhtar Lamani, perwakilan di Damaskus dari Liga Arab untuk Suriah, mengatakan pasukan penjaga perdamaian menyeberang ke Jordania pada Sabtu sore.

       Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyambut pembebasan itu, namun ia mengatakan semua pihak dalam konflik harus menghormati “ketidakberpihakan” PBB.

       Ban “menghargai upaya semua pihak terkait pembebasan mereka,” kata sebuah statement yang dikeluarkan oleh kantor persnya.

       Para penjaga perdamaian yang seluruhnya orang Filipina, ditangkap pada Rabu dan ditahan di desa Jamlah, dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

       Brigade Yarmouk Martir, sebuah kelompok pemberontak, mengaku berada di balik penculikan itu.

Menurut berita di Aljazeera yang dipantau Kantor Berita Mi’raj (MINA), pasukan PBB telah memantau gencatan senjata Israel-Suriah selama empat dekade tanpa insiden, dan penculikan dari 21 orang ditambah lagi perang sipil Suriah.

       Konflik Suriah dimulai dua tahun yang lalu, dimulai dengan sebagian besar protes damai menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sebuah tindakan keras pemerintah memicu pemberontakan bersenjata yang telah berubah menjadi perang.

       PBB memperkirakan bahwa konflik telah merenggut lebih dari 70.000 jiwa dan memaksa hampir empat juta orang keluar dari rumah mereka. Pertempuran itu telah menghancurkan sebagian besar wilayah negara itu.

      Sementara itu pihak Filipina mengucapkan penghargaannya atas keberhasilan dalam pembebasan 21 pasukan penjaga perdamaian. “Pemerintah Filipina dan warganya menyampaikan penghargaan yang mendalam kepada pemerintah Jordania dan pejabat militer atas keberhasilan memulangkan 21 pasukan penjaga perdamaian kami ke Jordania,” kata sebuah pernyataan pada hari Minggu.

      Juru bicara militer Filipina Kolonel Arnulfo Burgos mengatakan komandan pasukan perdamaian dan salah satu petugas yang telah dibebaskan secara pribadi telah dikonfirmasi melalui telepon bahwa mereka berada dalam perlindungan Jordania.

       21 pasuka penjaga perdamaian berada di markas patroli perbatasan Jordania. Duta Besar Filipina berkoordinasi langsung dengan pihak berwenang Jordania dan siap untuk menerima 21 pasukan penjaga perdamaian,” katanya kepada wartawan.

       Para pasukan penjaga perdamaian akan ditempatkan di sebuah hotel di Amman terlebih dahulu selama dua hari sebelum mereka dipulangkan. (T/P05/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply