PBB BANTU DAERAH KONFLIK KACHIN MIYANMAR

Miyanmar, 20 Rabiul Awal 1434/2 Maret 2013 (MINA) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan badan-badan internasional untuk pertama kalinya dalam kurun lebih dari satu tahun menyerahkan bantuan untuk ratusan orang di Kachin negara bagian utara Myanmar. Bantuan itu dilakukan seteleh terjadi gencatan senjata dan deeskalasi kekerasan, disamping peringatan pada kondisi kemiskinan di tempat penampungan umum.

“Sebuah konvoi 10 kendaraan membawa barang-barang bantuan untuk 400 keluarga pengungsi, setara dengan sekitar 2.000 orang,” kata seorang juru bicara Badan Pengungsi PBB (UNHCR) Adrian Edwards kepada wartawan di Jenewa (1/3), seperti dikutip MINA dari situs resmi PBB.

Tim yang tergabung dalam bantuan itu yaitu United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), World Food Programme (WFP), UN Children’s Agency (UNICEF) dan the Office for the Coordination of Humanitarian Assistance (OCHA), menempuh perjalanan dari 17 sampai 21 Februari untuk menuju daerah Hpakant, sebelah barat dari ibukota negara bagian Kachin.

Kunjungan Badan-dadan terkait tersebut adalah yang pertama kali ke daerah itu sejak Januari 2012 di mana staf PBB mampu langsung mencapai ke pengungsi.

Edwards mengatakan, “kunjungan ini memungkinkan setelah akses diberikan oleh Pemerintah Myanmar,”.

Tim membagikan terpal untuk tempat berlindung, selimut, kelambu, alat memasak, pakaian dan barang-barang sanitasi. Mereka juga meninjau kondisi kehidupan pada 17 perkemahan di perumahan Hpakant terdapat lebih dari 6.000 pengungsi.

Para aktivis bantuan kemanusiaan mengatakan penampungan umum terlalu penuh dan tidak memiliki privasi lagi, yang menyebabkan ketidak nyamanan dan rentang terhadap masalah keamanan. Mereka juga mencatat kebutuhan untuk fasilitas air dan sanitasi yang buruk, serta perlunya pelayanan kesehatan dan perbaikan infrastruktur perkemahan.

Sejumlah 75.000 orang telah meninggalkan rumah mereka di Kachin sejak pertempuran terjadi pada bulan Juni 2011 lalu, antara pasukan pemerintah dan Kachin Independence Organization (KIO). Pertempuran kerap terjadi pada bulan September dan Desember tahun lalu, sebelum kemudian pihak berwenang di Myanmar mengumumkan gencatan senjata sepihak pada bulan Januari.

PBB telah menyatakan tetap berkomitmen untuk membantu dan mendukung rakyat Myanmar, diantaranya melalui kantor-kantor yang terpercaya, melalui bantuan kemanusiaan dan bantuan pembangunan.

“Minggu-minggu mendatang UNHCR berencana untuk kembali ke Hpakant untuk mendistribusikan pasokan kepada 1.000 keluarga pengungsi yang belum menerima bantuan apapun”, Edwards menegaskan.(T/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply