PBB NYATAKAN SIAP JADI PENENGAH KONFLIK SURIAH

New York, 21 Rabiul Akhir 1434/3 Maret 2013 (MINA) – PBB telah menawarkan diri menjadi penengah dalam pembicaraan damai antara pemerintah Suriah dan oposisi bersenjata untuk mengakhiri kekerasan yang telah berlangsung lama.

“PBB akan menyambut dan siap untuk memfasilitasi dialog antara delegasi Suriah dan delegasi oposisi,” kata Sekjen PBB Ban Ki-moon, dan utusan khususnya ke Suriah Lakhdar Brahimi pada hari Sabtu.

Pernyataan itu menambahkan bahwa dialog semacam itu “dapat berlangsung sesuai dengan agenda yang disepakati.”

Seperti dilansir dari Press tv, Ban dan Brahimi merasakan perasaan frustrasi yang mendalam pada kegagalan masyarakat internasional untuk bertindak untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 70.000 orang tewas dan mengakibatkan perpindahan manusia secara besar-besaran di dalam dan di luar perbatasan Suriah.

Pada tanggal 25 Februari, Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem mengatakan pemerintahnya siap untuk mengadakan pembicaraan dengan oposisi bersenjata.

“Kami siap untuk berdialog dengan siapa saja yang bersedia,” kata Muallem, “Bahkan dengan orang-orang yang membawa senjata. Kami yakin bahwa reformasi akan terjadi tidak dengan bantuan pertumpahan darah, tapi melalui dialog.”

Suriah telah mengalami kerusuhan sejak pertengahan Maret 2011. Banyak orang termasuk sejumlah besar personil keamanan telah tewas dalam kekerasan itu. Pemerintah Suriah mengatakan kekacauan telah diatur dari luar negeri, dan ada laporan bahwa jumlah yang sangat besar dari para militan adalah warga negara asing.(T/P05/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply