PBB: PEMILU KENYA HARUS BEBAS DARI KEKERASAN SEKSUAL

Nairobi, 21 Rabiul Akhir 1434/3 Maret 2013 (MINA) – Wakil Khusus Sekjen PBB bidang Kekerasan Seksual, Zainab Hawa Bangura meminta pemerintah Kenya menjamin perlindungan warga sipil dari kekerasan seksual selama pemilu, Lembaga Investasi Comesaria melaporkan sebagaimana pantauan Mina di Jakarta Ahad (3/3).

Rakyat Kenya siap pergi ke tempat pemungutan suara, Senin (4/3). Bangura  meminta pihak berwenang Kenya menjamin perlindungan warga sipil, terutama perempuan dan anak perempuan, mengingat pernah terjadi ribuan kasus pemerkosaan dan bentuk-bentuk kekerasan seksual yang didokumentasikan selama kekerasan  pemilu terakhir 2007.

“Saya mendesak pihak berwenang di Kenya untuk memastikan bahwa warga sipil dari berbagai latar belakang etnis dan politik dapat menggunakan hak pilihnya dengan selamat dan aman,” kata politisi dan aktivis sosial dari negara Sierra Leone itu.

“Pemerintah harus menjamin dalam periode pasca-pemilu ini kita tidak menyaksikan kenaikan pemerkosaan bermotivasi politik seperti yang terjadi di pemilu terakhir,” katanya.

Pemilihan Senin akan menjadi pemilihan presiden pertama setelah pemilu Desember 2007 yang diwarnai  kekerasan pasca pemilu. Lebih dari 1.100 orang tewas, 3.500 luka-luka dan sampai 600.000 terpaksa diungsikan.

Sebelum Kenya pergi ke tempat pemungutan suara, pengamat nasional, internasional dan aktivis hak asasi manusia telah memperingatkan risiko kekerasan pemilu, termasuk penargetan sengaja warga sipil akibat afiliasi politik atau etnis.

Bangura mencatat bahwa ribuan kasus pemerkosaan dan bentuk-bentuk lain kekerasan seksual didokumentasikan setelah pemilu terakhir.

“Saya meminta semua kandidat berbicara menentang kekerasan pemilu, dan pemerintah Kenya  mengambil langkah yang diperlukan untuk menghindari meningkatnya resiko kekerasan seksual dan menjamin perlindungan warga sipil, terutama perempuan dan anak perempuan,” kata mantan Menteri luar Negeri Sierra Leona itu.

“Pihak berwenang Kenya harus tetap waspada terhadap tanda-tanda peringatan dan mengirim sinyal bahwa kejahatan tersebut tidak akan ditoleransi,” tambahnya.

Sabtu (2/3),Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mengatakan sedang mengembangkan sebuah tim (empat orang) untuk memantau situasi hak asasi manusia selama periode pemilu dan mendukung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Kenya serta kelompok masyarakat sipil.

Awal pekan ini, Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon mengharap semua warga Kenya bekerja sama  memastikan pemilihan 4 Maret Kenya berjalan damai dan kredibel. Dia pun mengatakan ia percaya dengan upaya berlipatganda yang dilakukan di berbagai tingkatan untuk mencegah terulangnya kekerasan masa lalu selama sisa kampanye.(T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply