PEJABAT AS AKAN BAHAS ISU ROHINGYA

Washington, 28 Rabiul Akhir 1434/10 Maret 2013 (MINA)-  Pejabat senior Amerika Serikat (AS), W. Patrick Murphy akan mengunjungi Bangladesh, Myanmar dan Jepang selama seminggu, pada  selasa (12/3).

Kunjungan Pejabat Senior AS itu untuk membahas masalah yang berhubungan dengan konflik di Myanmar dan ekodus pengungsi dari negara, seperti dikutip dari thefinancialexpress yang dipantau MINA.

Bangladesh  telah menerima  pengungsi dari Myanmar terdaftar  sekitar 400.000, dikirim kembali beberapa ratus Rohingya yang ingin berlindung di negara melarikan diri dari kerusuhan komunal baru-baru ini di Myanmar.

Namun, sebelum mengirim mereka kembali, para pengungsi diberi perawatan medis bila diperlukan, makanan dan bahkan uang tunai sehingga mereka dapat mendukung mereka setidaknya selama beberapa hari, menurut pejabat dari penjaga perbatasan Bangladesh.

Sementara itu, India, Thailand, Malaysia, Indonesia dan Sri Lanka yang telah tuan banyak pengungsi Rohingya Myanmar sejak kerusuhan tahun lalu, baru-baru ini diselamatkan ratusan perahu-orang, sebagian besar Muslim Rohingya dari Teluk Benggala dan Samudera Hindia.

Murphy, Wakil Khusus dan Koordinator Kebijakan untuk Burma dijadwalkan tiba di Dhaka Selasa(12/3)  kunjungan dua hari ke Bangladesh. Dia juga akan melakukan perjalanan ke Myanmar dan Jepang sampai 18 Maret, kata siaran pers dari Departemen Luar Negeri AS dibuat tersedia untuk FE pada hari Sabtu.

Selanjutnya Murphy akan mengunjungi Rangoon, Naypyitaw dan lainnya Myanmar kota dari 13 Maret dengan tanggal 16 Maret dan ibukota Jepang Tokyo pada tanggal 17 dan 18, kata departemen luar negeri.

Para penasihat senior diharapkan untuk mendiskusikan dengan otoritas terkait di Dhaka dan kelompok masyarakat sipil pada reformasi dan perkembangan baru lainnya di Myanmar.

“Secara khusus, ia akan membahas kebijakan-kebijakan AS, konflik di Rakhine dan Kachin Serikat, dan dukungan internasional, termasuk investasi yang bertanggung jawab, untuk memperkuat upaya-upaya reformasi dan rekonsiliasi,” kata siaran pers.

Pemerintah AS mengatakan bahwa Bangladesh juga memiliki perhatian besar pada isu-isu Myanmar sebagai puluhan ribu pengungsi terdaftar dari Myanmar telah berdampak serius terhadap situasi ekonomi sosial di wilayah pengungsian penuh. Saat ini terdaftar pengungsi Rohingya dari Myanmar yang sekarang tinggal di tenda-tenda darurat yang tersebar di wilayah tenggara Bangladesh dekat perbatasan Myanmar.(T/P010/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply