PEJUANG ISLAM SOMALIA REBUT KOTA KUNCI HUDUR

      Bakool, Somalia, 7 Jumadil Awal 1434/18 Maret 2013 (MINA) – Pejuang Islam Al-Shabaab Somalia merebut kembali kota kunci selatan Hudur, Ahad (17/3) tanpa perlawanan setelah pasukan Ethiopia meninggalkan kota tersebut Sabtu malam.

      Sumber media Modern Ghana dikutip Mi’raj News Agency (MINA) menyebutkan bahwa Hudur adalah wilayah pertama yang direbut  kembali oleh Al-Shabaab, kelompok cabang Al-Qaedah,  setelah beberapa bulan. Ibukota Bakool itu dikusasai beberapa jam setelah pasukan Ethiopia meninggalkan kota dengan persenjataan beratnya.

      “Hudur kini di bawah kendali para pejuang Shabaab lagi setelah tentara Ethiopia pindah tadi malam,” kata Hussein Madker, warga setempat, Modern Ghana melansir dari Agence France-Presse (AFP).

       Pasukan Ethiopia meninggalkan kota bersama pasukan sekutu Somalia dan warga yang takut dengan kondisi pasca pasukan itu ditarik keluar.

       Jatuhnya Hudur menandai perubahan yang tajam bagi Al-Shabaab  yang telah kehilangan sejumlah kota dalam beberapa bulan terakhir oleh  pasukan Uni Afrika berkekuatan 17.000 tentara  yang bergabung bersama pasukan pemerintah Somalia.

        Namun belum jelas apakah pasukan Ethiopia ditarik keluar karena tekanan Al-Shabaab, dan akan berapa lama Al-Shabaab bisa menguasai  kota tersebut.

        “Pasukan pemerintah Somalia juga pergi bersama dengan tentara Ethiopia, serta beberapa warga sipil yang takut tentang hidup mereka”, kata warga setempat, Hudow Mohamed.

        Hudur terletak sekitar 180 kilometer (110 mil) barat dari basis utama Ethiopia di Somalia, kota Baidoa.

        Pasukan Ethiopia melintasi perbatasan ke baratdaya Somalia akhir 2011 untuk menyerang pangkalan Al- Shabaab, tak lama setelah pasukan Kenya menginvasi Somalia di selatan.

        Ketika pasukan Kenya bergabung dengan pasukan Uni Afrika, pasukan Ethiopia tetap terpisah.

        Komandan militer Somalia di Baidoa telah mengatakan Al-Shabaab telah menguasai Hudur,  tetapi tidak mau memberikan rinciannya lebih lanjut.

        Meski pun akhir-akhir ini Al-Shabaab tetap menjadi ancaman potensial dan masih mengendalikan daerah pedesaan serta melakukan serangan gerilya, peta konflik tetap berada di bawah kendali pemerintah.

        Dengan mundurnya pasukan tersebut, basis pertahanan Uni Afrika dipindahkan ke pegunungan Golis utara di wilayah semi-otonom Puntland Somalia. (T/P09/E1)

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply