IMAM MASJID ISLAMIC CENTRE OF NEW YORK : PELUANG DAKWAH DI AMERIKA SANGAT TERBUKA

Jakarta, 13 Jumadil Awal 1434/24 Maret 2013 (MINA) – Imam masjid Islamic Centre of New York dan Direktur Jamaica Muslim Centre, Muhammad Syamsi Ali (ejaan Bahasa Inggris: Shamsi Ali) mengatakan, peluang dakwah di Amerika sangat terbuka dan membutuhkan banyak dai.

“Peluang dakwah di negeri Paman Sam itu sangat besar seiring dengan banyaknya warga Amerika yang memeluk Islam. Mereka membutuhkan bimbingan dari para dai agar bisa menuntun mereka mendalami dan mengamalkan Islam,” kata Ali kepada wartawan Mi’raj News Agency (MINA), Ahad malam (24/3) di Jakarta.

Pria asli Indonesia itu juga mengatakan, saat ini di negara Amerika Serikat, jumlah orang yang memeluk Islam meningkat empat kali lipat setelah tragedi 11 September 2001 silam. Peristiwa 11 September 2001 yang dikaitkan dengan Islam itu menjadikan warga Amerika ingin tahu Islam yang sebenarnya. sehingga mereka tertarik untuk mempelajari Islam dan memeluknya.

Ali menjelaskan, yang terpenting adalah mereka yang memeluk Islam bukan lagi para buruh, rakyat jelata maupun Afro-Amerika yang memeluk Islam setelah melakukan kejahatan, tetapi mereka adalah orang-orang pandai dan berpengaruh di Amerika seperti para peneliti, dokter, mahasiswa, dosen, politisi, militer dan para akademisi lainnya.

“Orang-orang yang memeluk Islam di Amerika akhir-akhir ini adalah mereka dari kalangan terpelajar dan kaum profesional. Mereka betul-betul mempelajari Islam dan menemukan kebenaran tentang Islam sehigga mereka memeluk agama ini,” ungkap pria asal Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Salah seorang tokoh yang terpilih sebagai salah satu dari lima ratus Muslim yang paling berpengaruh di dunia menegaskan, dakwah di negeri Amerika khususnya dan di belahan bumi lainnya adalah tugas umat Islam. Seorang Muslim harus menampilkan wajah Islam yang sesungguhnya yang damai, sejuk dan berkasih sayang terhadap sesama manusia.

“Kalau saat ini masyarakat dunia sedang sakit dengan penyakit materialisme dan cinta dunia, maka kita harus hadir memberikan obat kepada mereka agar sembuh dari penyakitnya dan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tegas Ali.

Ali menyatakan, ia optimis Islam di Amerika akan berkembang pesat karena Islam yang menjadi sebuah kekuatan dari bagian Amerika menjadikan Amerika menuju lebih baik.

Kini, Masyarakat Amerika khususnya dan dunia umumnya tengah gandrung dengan isu perkawinan sesama jenis yang dilakukan oleh sebagian warganya. Hal ini merupakan fenomena yang seharusnya menjadi ladang dakwah bagi umat Islam. Mereka butuh pencerahan dan penjelasan agar terhindar dari kerusakan seperti yang terjadi pada umat-umat terdahulu yang pernah melakukan hal itu.

Syamsi Ali tinggal di New York dan mulai menjadi dai di Amerika sejak 1995 silam. Ia aktif mengelola beberapa lembaga keislaman di Amerika dan beberapa kali melakukan ceramah dan dialog Islam di gereja dan sinagog di negeri tersebut. Ia juga kerap mendapat undangan kehormatan dari para pejabat pemerintah Amerika Serikat untuk memberikan ceramah agama di lembaga mereka.

Pada tahun 2009, ia terpilih sebagai salah satu dari lima ratus muslim yang paling berpengaruh di dunia oleh Royal Islamic Strategic Studies Center di Yordania and Universitas Georgetown.

Saat ini, Syamsi Ali menjadi  Imam di Islamic Center of New York, masjid terbesar di New York dan juga direktur Jamaica Muslim Center, sebuah yayasan dan masjid di kawasan timur New York, Amerika Serikat, dikelola oleh komunitas muslim asal Asia Selatan. Syamsi Ali juga aktif dalam kegiatan dakwah Islam dan komunikasi antaragama di Amerika Serikat terutama di kawasan pantai timur Amerika. 

Islam salah satu agama paling cepat berkembang di Amerika Serikat. Dalam sensus tahun 2012 yang dipublikasikan Mail Online mengungkapkan, perubahan wajah agama di Amerika Serikat dimana jumlah umat Islam telah membengkak 1,5 hingga 2,6 juta jiwa -naik sekitar 66 persen- sejak 10 tahun serangan 11 September 2001 di New York, AS. Sementara itu, menurut laporan dari USAToday, populasi penduduk muslim di AS meningkat hampir empat kali lipat dari 2,6 juta pada 2010 menjadi menjadi lebih dari 9 juta jiwa pada 2012. Khususnya, sepuluh persen, satu juta jiwa, dari penduduk New York merupakan masyarakat muslim. Para peneliti percaya, kenaikan tersebut telah didorong oleh imigrasi dan mualaf. (L/P04/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply