PENGADILAN ISRAEL TOLAK BEBASKAN ANGGOTA PARLEMEN PALESTINA

Jerussalem, 1 Jumadil Awal 1434/13 Maret 2013 (MINA) – Sebuah pengadilan Israel di Yerusalem pada Selasa (12/3) menolak pengajuan banding atas pembebasan anggota parlemen Palestina Ahmad Attoun dari penjara Israel, demikian seperti yang dilansir WAFA dan dipantau oleh Mi’raj News Agency (MINA).

Israel menangkap Attoun sejak tahun lalu atas tuduhan penghasutan kepada rakyat Palestina yang melakukan demonstrasi menentang kebijakan-kebijakan pemerintah Israel serta menghasut para tahanan agar melakukan aksi mogok makan. Pemerintah penjajah itu kemudian menangkap dan memenjarakannya.

Attoun ditangkap di Ramallah pada 4 Februari 2012 lalu, tetapi kemudian ia dipindahkan di penjara Israel di Tepi Barat karena disinyalir ia adalah anggota dari faksi Hamas. Ia seharusnya dibebaskan pada 14 Februari 2013 lalu, namun pemerintah Israel belum juga melepaskannya.

Attoun lantas mengajukan banding kepada pengadilan atas perlakuan pemerintah Israel yang belum juga membebaskannya. Namun ternyata pengadilan Israel di Yerusalem itumenolak banding Attoun.

Selain menjadi anggota parlemen Palestina Attoun juga bekerja di Palang Merah Internasional yang berkantor di Yerusalem sejak tahun 2010 lalu. Ia aktif dalam memberikan pertolongan kepada warga Palestina yang mengalami luka-luka akibat bentrokan dengan tentara Israel. 

Saat ini ada 15 anggota parlemen Palestina yang berada di dalam penjara Israel. Sebagian besar dari mereka ditahan di penahanan administratif Israel tanpa tuduhan yang jelas dan tanpa pengadilan sebagaimana layaknya seorang tahanan. Hal itu merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Sementara itu, sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi para tahanan Palestina yang saat ini berada di penjara-penjara Israel. Dia menegaskan para tahanan itu harus mendapatkan perlindungan hukum sesuai dengan peraturan hukum internasional.

“Sekretaris jenderal PBB sangat prihatin dengan semakin memburuknya kondisi para tahanan Palestina dalam penjara Israel yang melakukan mogok makan,” ungkap juru bicara PBB Martin Nesirky ketika melalukan kunjungan ke penjara Israel pada Februari 2013 lalu.

Ban Ki-moon juga menyatakan hampir semua rakyat Palestina yang berada di penjara Israel tidak mendapat perlindungan hukum. Mereka tidak tahu sebab apa mereka ditangkap dan kapan mereka akan keluar dari penjara.

Pelayanan dan pemberian fasilitas di penjara Israel juga sangat memprihatinkan. Pekan lalu para tahanan tidak mendapatkan minum dari pihak penjara. Makanan yang diberikan juga diduga kuat mengandung racun yang dapat melemahkan kondisi fisik para tahanan. Selain juga penyiksaan yang dilakukan oleh petugas penjara yang tidak berperikemanusiaan.

Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Sekjen Liga Arab Nabil al-Arabi juga telah melayangkan surat kepada sekjen PBB tersebut tentang kondisi para tahanan. “Menurut rencana Ban akan membahas membahas kasus itu dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,” ujar Nesirky.(P/04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply