PENGADILAN ULANG MUBARAK DIJADWALKAN APRIL

Kairo, 22 Rabiul Akhir 1434/4 Maret 2013 (MINA) – Mantan Presiden Mesir Husni Mubarak dan Menteri Dalam Negerinya, Habib Adly dijadwalkan tampil di hadapan pengadilan dalam sidang  terbaru pada 13 April mendatang untuk dakwaan pembunuhan demonstran selama pemberontakan rakyat pada 2011 yang mengakhiri 30 tahun pemerintahannya, lapor Anadolu Agency yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA) Senin (4/3).

Mubarak dan Menteri Dalam Negerinya, divonis Juni lalu dengan hukuman penjara seumur hidup, tetapi pada Januari  2013 pengadilan banding Mesir membatalkan hukuman.

Enam pembantu Adly  juga akan menghadapi pengadilan ulang yang sebelumnya dibebaskan dalam sidang awal.

Sebelumnya, pada Januari 2013 sidang pertama yang melibatkan Mubarak beserta kedua anaknya dan juga Adly dianggap tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan.

“Sidang ini mengecewakan sejak awal penyelidikan dan sampai vonis. Meski optimisme bahwa keadilan itu dekat. Apa yang kita lihat adalah interogasi yang dangkal dinodai kelalaian,” kata Nasrallah Hoda, seorang pengacara, menurut laporan yang dirilis Sigma News.

Kejutan terbesar, katanya, adalah putusan dibebaskannya dari tanggung jawab untuk segala pelayanan keamanan dan tidak mengarah siapa yang bersalah atas pembunuhan.

Di samping pembunuhan pihak terdakwa juga di duga melakukan korupsi.  Selama sidang pada Januari berlangsung, pendukung Mubarak memenuhi pengadilan.  Puluhan orang membawa gambar laki-laki yang berumur 84 tahun itu serta berteriak, “kami mencintaimu, Presiden!”

Setelah hakim memberikan putusan banding untuk tidak memenjarakan seumur hidup, pendukung Mubarak berteriak, “Long live justice!”.

Kantor Jaksa Penuntut Umum Mesir mengumumkan mantan presiden itu didakwa terlibat dalam kasus lain yaitu ia diduga menerima hadiah berharga dari sebuah suratkabar pemerintah, seperti dikutip VOA.

Husni Mubarak baru-baru ini dipindahkan dari Penjara Tura di Kairo ke rumah sakit militer di dekat penjara itu, setelah ia terjatuh di kamar mandi dan menyebabkan beberapa tulang rusuknya patah. Mantan presiden tersebut mengalami beberapa gangguan kesehatan sejak dijatuhi hukuman Juni lalu.(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply