PENJAJAH ISRAEL TAHAN 15.000 PEREMPUAN PALESTINA SEJAK TAHUN 1967

Gaza, 27 Rabiul Akhir 1434/9 Maret 2013 (MINA) – Menteri Palestina Urusan Perempuan, Jamila Al-Shanti menyatakan, Penjajah Israel telah menahan lebih dari 15.000 perempuan Palestina sejak tahun 1967.

 “Tidak seorang pun mengaku akan memperjuangkan hak-hak perempuan yang pernah mengambil tindakan terhadap masalah ini,” kata Jamila Al-Shanti pada malam Hari Perempuan Internasional di Jalur Gaza, Kamis (7/3) mengutuk keheningan internasional atas pelecehan sistematis penjajah Israel terhadap perempuan Palestina.

“Penjajah Israel mempraktekkan penyiksaan fisik dan psikologis terhadap tahanan perempuan Palestina. Tahanan perempuan Palestina terkunci dengan penjahat Israel yang selalu menyerang dan melukai mereka,” kata Jamila dalam sebuah pernyataan pers yang dilansir Middle East Monitor dan dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Dalam acara itu juga Jamila menyatakan, perempuan Palestina melahirkan dalam keadaan diborgol di klinik penjara Israel. Sementara itu, tahanan perempuan palestina lainnya terpaksa harus menyusui bayinya di balik jeruji besi.

Kini sekitar tiga belas tahanan perempuan Palestina berada dalam tahanan penjajah Israel, termasuk seorang tahanan perempuan palestina, Lina al-Jarbouni, yang menjalani hukuman 16 tahun. Ia ditangkap pada tahun 2002.

Mengabaikan semua konvensi hak asasi manusia nasional dan internasional, penjajah Israel juga menahan seorang remaja perempuan, Hadeel Abu-Treeki yang berusia 17 tahun dari Tepi Barat.

“Pada kesempatan Hari Perempuan Internasional, kami menyerukan dunia untuk bekerja dalam mengosongkan penjara-penjara penjajah Israel dari tahanan perempuan Palestina,” seru Jamila.

Menurut laporan lembaga Hak Asasi Manusia & Urusan Tahanan Palestina, Addameer melaporkan, sekitar 4.812 tahanan Palestina masih berada di penjara-penjara di wilayah jajahan Israel. (T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply