PERANCIS PERTAHANKAN 1,000 TENTARANYA DI MALI

Paris, 18 Jumadil Awal 1434/30 Maret 2013 (MINA) – Dalam wawancara televisi Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan negaranya akan menyimpan setidaknya 1.000 tentara di Mali hingga melewati 2013, Kamis (28/3), Paris. “Pada akhir tahun, hanya akan ada 1.000 tentara,” kata Hollande yang dilansir Press TV dan dipantau MINA.

Dia menambahkan bahwa Perancis akan mulai menarik pasukannya pada akhir April dan mereka akan dibagi dua menjadi 2.000 pada bulan Juli.

Tanggal 11 Januari, Perancis meluncurkan perang di Mali dengan dalih menghentikan kemajuan pejuang yang telah menguasai bagian utara negara Afrika Barat gersebut. Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Belgia, Jerman, dan Denmark turut membantu.

Perang pimpinan Perancis di Mali telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang serius di wilayah utara negara itu dan ribuan orang yang mengungsi kini hidup dalam kondisi menyedihkan.

Orang-orang dari utara Mali mengatakan perang Perancis dan junta yang berkuasa menghalangi aliran bantuan kemanusiaan ke wilayah yang terkena dampak perang.

Penduduk Mali utara mengatakan blokade daerah oleh pasukan Perancis dan Mali telah mengganggu kegiatan pekerja kesehatan di beberapa kamp pengungsi. Sebagian besar kamp memiliki kekurangan kebutuhan yang mengerikan seperti makanan dan obat-obatan.

Tanggal 1 Februari, Amnesty International mengatakan terjadi “pelanggaran hak asasi manusia yang serius”,  termasuk pembunuhan anak-anak yang terjadi selama perang Perancis di Mali. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply