PERANCIS SELIDIKI KLAIM EKSEKUSI SANDERA WARGA PERANCIS

Paris, 9 Jumadil Awal 1434/20 Maret 2013 (MINA) – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Perancis Philippe Lalliot di Paris, Rabu (20/3),  mengatakan para pejabat Perancis sedang berusaha menyelidiki kebenaran laporan yang menyebutkan Al-Qaedah telah mengeksekusi seorang sandera Perancis.

“Para pejabat sedang berusaha untuk memverifikasi laporan tersebut, kami sedang memeriksa,” kata Lalliot kepada kantor berita AFP, All Africa.com melaporkan.

Sebuah web berita swasta ANI di Mauritania telah melaporkan bahwa seorang sandera Perancis telah dieksekusi oleh  Al-Qaedah Maghrib Islam (AQIM) sebagai pembalasan atas intervensi Perancis di Mali.

ANI  melaporkan, Selasa (19/3), seorang pria yang mengaku bernama  al Qairawani telah mengklaim pembunuhan atas nama Al Qaeda di Maghreb.

Pembicaraan via telepon itu menyatakan bahwa warga Perancis yang disandera, Philippe Verdon telah dieksekusi  sebagai pembalasan atas intervensi Perancis melawan pejuang  Islam di Mali.

Al Qairawani menggambarkan Verdon sebagai mata-mata Perancis. Dia menambahkan bahwa Presiden Prancis Francois Hollande bertanggungjawab atas semua sandera Perancis yang tersisa.

Al Jazeera menyebutkan sebanyak 15 warga Perancis, termasuk Verdon, diyakini ditahan di Afrika Barat di bawah tanggungjawab AQIM.

Verdon dan warga Perancis lainnya, Serge Lazarevic, diculik dari kamar hotel mereka di Hombori, timur laut Mali, pada 24  November, 2011. Keluarga  kedua pria itu mengatakan mereka dalam perjalanan bisnis saat itu, keduanya bukan mata-mata atau tentara bayaran.

Agustus tahun lalu Verdon muncul dalam video yang dirilis oleh AQIM, menunjukkankan kondisi sandera. Keluarga sandera beberapa pekan terakhir telah mengungkapkan kekhawatirannya tentang para sandera akibat  tindakan militer Perancis di Mali.

“Kami berada dalam kabut total dan tidak mungkin hidup dengan cara ini. Kami tidak memiliki informasi,” kata ayah Verdon, Jean-Pierre Verdon kepada radio RTL. Perancis telah menolak membayar uang tebusan kepada penculik. Verdon senior mengatakan bahwa keluarganya tidak punya hak suara. “Itu keputusan negara,” katanya.

Januari, Perancis meluncurkan serangan ke Mali untuk mengusir kelompok pejuang Islam yang telah mengambil alih bagian utara negara itu. Sejak anggota AQIM, Moktar Belmoktar dilaporkan tewas,  para pemimpin AQIM bersumpah akan membalas. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply