PERANG IRAQ DAN AFGHANISTAN TELAN BIAYA ENAM TRILYUN DOLAR

Washington, 19 Jumadil Awal/30 Maret 2013 (MINA) – Perang AS di Afghanistan dan Irak dalam jangka panjang akan membebani pembayar pajak Amerika sebesar empat hingga enam triliun dolar, laporan ini berdasarkan penilitian yang dipublikasikan Universitas Harvard.

Laporan yang dirilis pada Kamis (28/3) mengungkapkan, biaya perang tersebut antara lain digunakan sebagai biaya perawatan medis para veteran perang yang terluka dan perbaikan peralatan militer AS yang dipakai selama lebih dari satu dekade pertempuran, The Washington Post melaporkan.

Linda J. Bilmes, seorang profesor kebijakan publik, menulis dalam laporan itu, “Sebagai konsekuensi dari pilihan-pilihan pengeluaran perang, Amerika Serikat akan menghadapi kendala investasi pendanaan dalam personil dan diplomasi, penelitian dan pengembangan serta inisiatif militer baru.”

 “Warisan keputusan yang diambil selama perang Irak dan Afghanistan akan mendominasi anggaran masa depan selama beberapa dekade yang akan datang,” kata Bilmes.

Ia juga mengatakan, bertahun-tahun perang di Irak dan Afghanistan telah menelan biaya Washington sebesar dua triliun dolar.

Pada tahun 2003, AS dan Inggris menyerang Irak dalam serangan terang-terangan yang melanggar hukum internasional dengan dalih mencari senjata pemusnah massal. Namun, hingga kini tidak ditemukan adanya senjata seperti itu di Irak.

Menurut organisasi Project Censored yang berbasis di California, lebih dari satu juta warga Irak tewas akibat invasi AS.

Seperti dilansir pada situs PressTV, Sebelumnya pada tahun 2001, AS dan sekutunya menginvasi Afghanistan sebagai bagian dari perang. Amerika saat itu bertujuan melawan rezim Taliban dari puncak kekuasaan, dan akibatnya ketidakamanan terus meningkat di seluruh Afghanistan. Amerika saat itu mengirim lebih dari 100.000 pasukan bersenjata.

Menurut PBB, ribuan warga sipil Afghanistan tewas dan ratusan ribu lainnya mengungsi selama perang panjang lebih dari 11 tahun. (T/P05/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply