PERANG SUDAN SELATAN TEWASKAN 163 ORANG

Juba, 19 Jumadil Awal 1434/30 Maret 2013 (MINA) – Juru bicara militer Sudan Selatan Kolonel Philip Aguer mengumumkan, Kamis (28/3) di Juba, setidaknya 163 orang tewas dalam pertempuran Selasa antara tentara Sudan dan kelompok gerakan perlawanan pimpinan David Yau Yau, lansir Press TV Jum’at.

Korban tewas sebagian besar para pejuang gerilyawan yang setia kepada David Yau Yau, sebanyak 143 orang. Sementara 20 lainnya tentara Sudan Selatan dan 70 lainnya terluka.

Aguer mengatakan pasukan Sudan Selatan juga merebut sebuah landasan udara di kota Okello  yang diklaim digunakan para pejuang untuk mengimpor sebagian besar pasokan senjata mereka. Okello  terletak di Sudan Selatan tenggara Pibor County, kota asal Yau Yau.

Sementara Huffington Post menyebutkan bahwa militer Sudan Selatan menuding landasan terbang itu telah digunakan oleh intelijen Khartoum untuk memasok senjata dan amunisi kepada David Yau Yau. Beberapa senjata AK-47 yang dijatuhkan oleh Antanovs ditangkap. Beberapa rusak dan sebagian lainnya dalam kondisi baik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyatakan keprihatinannya tentang “pembunuhan di luar hukum” dan pelanggaran lainnya oleh tentara Sudan Selatan selama tindakan kerasnya terhadap gerakan perlawanan.

Konflik pasca pemisahan Sudan Selatan

Sudan Selatan secara damai memisahkan diri dari Sudan pada 2011 setelah perang dua dasawarsa yang menewaskan sekitar dua juta orang di negara terbesar Afrika itu. Namun negara ini masih berurusan dengan kekerasan di dalam perbatasannya sendiri. Pertempuran militer dan konflik antar suku membunuh puluhan orang dengan frekuensi yang mengkhawatirkan. Setelah puluhan tahun perang saudara, negara ini dibanjiri dengan senapan serbu.

Negara terbesar  di Afrika itu kaya akan minyak, merupakan salah satu negara paling maju di dunia. Pada akhir Desember 2011 dan awal Januari 2012, serangan-serangan antara suku-suku menewaskan sedikitnya 600 orang di Jonglei. Sebuah kampanye perlucutan senjata oleh pemerintah mengumpulkan lebih dari 10.000 senjata.

Ketegangan antara Sudan dan Sudan Selatan

Sudan Selatan menuduh Sudan mempersenjatai gerakan perlawanan untuk memblokir rencana Sudan Selatan membangun sebuah pipa minyak ke arah timur melalui Ethiopia ke pelabuhan di Djibouti.

Sebuah perselisihan dengan Sudan atas biaya transit minyak Sudan Selatan, untuk menutup industri minyak tahun lalu dan mencari cara-cara alternatif untuk mengangkut minyak mentah.

Kedua pemerintah baru-baru ini mencapai kesepakatan yang seharusnya, untuk memulai kembali ekspor Sudan Selatan melalui pipa minyak Sudan. Sudan telah berulang kali membantah memiliki hubungan dengan gerakan perlawanan. Namun pada gilirannya, Sudan Selatan mengaku mendukung gerakan perlawanan di negara bagian Kordofan dan Blue Nile, Sudan Selatan.

Perlawanan David Yau Yau

David Yau Yau  melawan pemerintah Sudan Selatan setelah dikalahkan dalam pemilihan bulan April 2010. Dia menuduh partai  berkuasa berbuat curang.

Pada tahun 2011 ia menerima tawaran amnesti dan dipromosikan menjadi jenderal. Tapi tahun lalu ia melarikan diri ke Sudan dan memulai gerakan perlawanan di Pibor terhadap pemerintah Sudan Selatan.

Aguer mengatakan militer Sudan Selatan akan terus “berurusan dengan kelompok milisi” dan itu akan menjadi masalah waktu sebelum gerakan  Yau Yau itu dibersihkan dari Pibor County.(T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply