PERBANKAN SYARI’AH SOLUSI HINDARI RIBA

       Jakarta, 26 Rabiul Akhir 1434/8 Maret 2013 (MINA) Perbankan Syari’ah adalah solusi syar’i untuk keluar dari riba, tentu dengan dibekali ilmu yang banyak, kata ustadz Dr.Erwandi Tarmizi sebagai pembicara dalam acara bedah buku di Islamic Book Fair (IBF), Kamis (7/03).

       Bedah buku “ Riba dan Tinjauan Kritis Perbankan Syari’ah” mengupas permasalahan riba yang ada di bank-bank konvensional, sebuah buku yang ditulis oleh Dr. Muhammad Arifin Badri.  Banyak bank yang berdiri di Indonesia dengan membuka unit syari’ah, akan tetapi prakteknya belum murni 100 persen syari’ah, “Itu harus lebih ditingkatkan lagi kesyari’ahannya”, tambah ustadz Erwandi, lulusan S3 Fakultas Syari’ah universitas Al-Imam Arriyad, Arab Saudi.

       Ia menjelaskan bahwa praktek syari’ah  dalam bank-bank konvensional walau hanya 60 persen, itu lebih baik dibanding tidak ada sama sekali prakteknya.  Adapun denda dalam sebuah peminjaman yang terlambat dibayar merupakan riba, tidak ada satu ulama pun yang membolehkan denda.

       Ia menambahkan bahwa peran seorang Muslim harus mampu menguasai   fiqih muamalah sebagai bekal untuk mengetahui mana yang halal dan yang haram.

       Islamic Book Fair (IBF) merupakan pameran buku islam terbesar di Asia, yang berlangsung selama 10 hari, terhitung mulai dari tanggal 1-10 Maret 2013 di Gelora Bung Karno, Jakarta.  IBF diadakan setiap satu tahun sekali dengan tema “Menuju Umat Berkarakter Qur’ani”.

       IBF dibuka pada Jum’at (1/3) oleh Menteri Koordinator Perekonomian M.Hatta Rajasa, ia menyatakan dalam sambutannya event seperti Islamic Book Fair ini merupakan salah satu media untuk mencetak generasi unggul yang siap berkompetisi.

      “Masyarakat unggul adalah masyarakat yang siap berkompetisi  dalam situasi apapun, dan bibit-bibit masyarakat unggul bisa dihasilkan dari kegiatan seperti Islamic Book Fair” ungkapnya. (L/P013/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply