PM TUNISIA KENALKAN PEMERINTAHAN KOALISI BARU

Tunis, 27 Rabiul Akhir 1434/9 Maret 2013 (MINA) – Perdana Menteri Tunisia Ali Larayedh memperkenalkan pemerintahan koalisi baru pada Jumat (8/3)  di mana ia mengatakan akan  berperan memimpin sampai pemilu pada akhir tahun.

Menurut laporan Ahram yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), pemerintahan baru tersebut dipimpin Partai Islami Ehnada dan didukung pihak tengah-kiri Ettakol serta Kongres sekuler untuk Republik yang dipimpin Presiden Moncef Marzouki, pihak sama yang berada di kabinet sebelumnya.

Larayedh  menggantikan Hamadi Jebali, perdana menteri yang mengundurkan diri setelah tidak mendapat dukungan mendirikan pemerintahan teknokrat di Tunisia.

Ehnada, partai berkuasa di Tunisia, menyerahkan kontrol beberapa kunci kementerian kepada kelompok independen dalam kabinet baru itu, dengan diplomat karir Othman Jarandi disebut sebagai menteri luar negeri, Lotfi Ben Jedou menteri dalam negeri dan Rachid Sabbagh sebagai  menteri pertahanan.

Elyess Fakhfakh dari Ettakatol, seorang ekonom, tetap pada portofolio keuangan. Jarandi, mantan duta besar untuk PBB, memiliki hubungan erat dengan badan-badan internasional dan Barat.

Ben Jedou dan Sabbagh keduanya adalah hakim. Dalam kabinet tersebut Ben Jedou mengambil tugas dalam penyelidikan pembunuhan puluhan pemuda selama pemberontakan yang menggulingkan Ben Ali dan pemberontakan yang diilhami terhadap otokrat di negara-negara Arab lainnya.

Tunisia kembali dalam konflik perpecahan setelah terbunuhnya politisi anti Islam, Chokri Belaid pada 6 Februari 2013, menimbulkan tuduhan pihak sekuler terhadap partai Islamis.  Pemerintahan baru sementara ini ditujukan untuk meredam kemarahan warga.(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply