PM SEMENTARA PAKISTAN JANJIKAN PEMILU YANG TRANSPARAN

Islamabad, 14 Jumadil Awwal 1434/25 Maret 2013 (MINA) – Perdana Menteri Sementara Pakistan Mir Hazar Khan Khoso mengatakan kemarin (24/3) penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil akan menjadi prioritas pertama.

Mir Hazar Khan Khoso, seorang mantan hakim Mahkamah Agung Pakistan, ditunjuk sebagai perdana menteri sementara untuk mengawasi pemilihan parlemen 11 Mei, IINA melaporkan.

Dia mengatakan di Barat Daya kota Quetta lama setelah pengangkatannya sebagai perdana menteri sementara bahwa usahanya untuk melakukan pemilihan dengan cara yang transparan.

Ketika ditanya apa yang akan menjadi pesan kepada partai-partai oposisi, Khoso mengatakan perbedaan pencalonan perdana menteri sementara adalah bagian dari proses demokrasi dan ia akan memperlakukan semua pihak secara sama.

Perdana menteri sementara mengatakan ia akan bertemu dengan semua partai politik dan pemilu akan diselenggarakan tepat waktu.

Untuk pemeliharaan hukum dan ketertiban selama pemilu, ia mengatakan ia akan berbicara ke provinsi-provinsi dan memastikan pemilihan umum dilaksanakan dalam lingkungan yang damai.

Perdana Menteri Raja Pervez Ashraf pada Ahad (24/3) menelepon Mir Hazar Khan Khoso dan mengucapkan selamat kepadanya atas pencalonannya sebagai perdana menteri sementara. Perdana menteri meyakinkan perdana menteri sementara atas kerjasamanya dan harapan terbaiknya.

Ashraf menyatakan keyakinannya bahwa negara akan mendapat manfaat dari pengetahuan, kemampuan dan pengalamannya ketika menuju pemilihan umum. Ia memuji pencalonannya sebagai komitmen terhadap proses demokrasi dan penegakan supremasi hukum dan konstitusi negara.

Kepala Komisi Pemilihan Umum, Fakhruddin Ebrahim, mengumumkan keputusan untuk menunjuk Mir Hazar Khan Khoso. Ia menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung di pengadilan tinggi di barat daya provinsi Baluchistan dan juga sempat menjabat sebagai gubernur provinsi.

Komisi pemilihan umum memilih Khoso dari empat nominasi. Dua diajukan oleh Partai Rakyat Pakistan yang baru berkuasa dan dua oleh oposisi utama Liga Muslim Pakistan -N. Pakistan dijadwalkan mengadakan pemilihan parlemen pada 11 Mei sebagai bentuk transisi pertama pemilihan pemerintah secara demokratis dalam sejarah negara itu.(T/P11/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply