PRANCIS KIRIM 350 PRAJURIT TAMBAHAN KE AFRIKA TENGAH

Paris, 14 Jumadil Awal 1434/25 Maret 2013 (MINA) Prancis telah mengirimkan 350 prajurit ke Republik Afrika Tengah, untuk menjamin keamanan warga negara Prancis dan warga asing lainnya yang berada di negara Afrika, seorang pejabat senior mengatakan pada Ahad (24/3).

Seperti dilansir situs Fokus News agency, dan dipantau MINA, sebuah kontingen pertama  200 prajurit telah tiba di Bangui pada Sabtu dan 150 prajurit lainnya dikirim pada Ahad dari Libreville, ibukota Gabon.  Prancis kini memiliki 600 prajurit di Republik Afrika Tengah, negara bekas koloninya yang sedang dilanda perang .

Oposisi di Afrika Tengah telah merebut ibukota Bangui dalam konflik sengit pada Ahad, memaksa Presiden Francois Bozize melarikan diri dari Afrika.  Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius menegaskan Bozize telah melarikan diri dan tidak diberi rincian tentang keberadaannya.

Laurent mengimbau kepada 1.200 warga Prancis untuk tetap tenang dan tetap tinggal dirumah mereka.  Setidaknya sembilan prajurit Afrika Selatan tewas ketika berusaha mencegah para oposisi mengambil Bangui.

Oposisi Republik Afrika tengah telah memulai kembali pertempuran setelah batas waktu yang diberikan kepada pemerintah untuk memenuhi tuntutan mereka sesuai perjanjian perdamaian berakhir.

Seleka, yang berarti “aliansi” menandatangani sebuah perdamaian pada 11 Januari dengan pemerintah Presiden Francois Boziz di Ibukota Gabon, Libreville.  Menurut laporan Reuters yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Seleka, sebuah aliansi dari tiga kelompok bersenjata telah memulai aksi bersenjata pada 10 Desember dan telah menguasai sejumlah kota penting di Republik Afrika Tengah.  Mereka menuduh Presiden Francois Bozize tidak menghargai sebuah perjanjian 2007 yang menetapkan bahwa anggota-anggota yang meletakkan senjata akan dibayar. (T/P013/R2).

 Mi’raj News Agency (MINA)

   

 

 

 

 

 

Leave a Reply