PRO-ZIONIS AMERIKA ANCAMAN BESAR BAGI DUNIA DAN PERDAMAIAN REGIONAL

ISLAMABAD, 5 Jumadil Awal 1434/16 Maret 2013 (MINA)-  Pro-Zionis Amerika merupakan ancaman besar bagi dunia dan perdamaian regional kata Pemimpin pusat Pakistan, kata Pemimpin PusatPakistan, pada (15/3) demikian laporan kantor berita  IRNA yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Sekretaris Jenderal Jamaat-i-Islami (JI) Liaqat Baloch mengatakan bahwa campur tangan AS di negara-negara Muslim harus dihentikan segera. “Pasukan imperialis berada di belakang penderitaan umat Islam di seluruh dunia,” kata pemimpin Jama’at-i-Islami

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Iran sedang mengembangkan program nuklir damai, tetapi AS dan sekutu-sekutunya tidak mengizinkan Republik Islam untuk memperkaya uranium .

Dia menambahkan Iran telah meyakinkan dunia bahwa mereka tidak mengembangkan senjata nuklir  setelah program nuklir damai untuk memenuhi kebutuhan energi mereka dan untuk perawatan medis.

“Tidak ada pembenaran untuk tekanan Barat atas program nuklir damai Iran, katanya.
Liaqat Baloch mengangkat pertanyaan bahwa mengapa dunia diam atas klub nuklir kekuatan imperialis. Pemimpin JI mengatakan bahwa AS selalu menentang setiap  program nuklir di semua negara Muslim. Dia meminta AS untuk berhenti kebijakan standar ganda terhadap Muslim.

Sekretaris Jenderal Jamaat-i-Islami (JI) mengatakan bahwa Iran sepenuhnya bekerja sama dengan IAEA dan negara-negara Barat telah gagal untuk menghasilkan bukti terhadap program nuklir Iran.
Dia mengatakan bahwa setelah fatwa (keputusan agama) dari Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei tentang larangan senjata nuklir tidak ada alasan lagi bagi Barat untuk berbicara menentang program pengayaan Iran.

Liaqat Baloch mengatakan bahwa kebijakan agresif AS di dunia dan Timur Tengah adalah ancaman utama bagi perdamaian dunia. “Mereka membunuh orang tak bersalah hanya untuk memaksakan rencana imperialis mereka, ” kata pemimpin agama.  

AS telah mempengaruhi kehidupan jutaan orang di Palestina, Irak dan Afghanistan, “kata Liaqat Baloch. (T/P010/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply