PRODUK HALAL UNTUK TAHANAN MUSLIM INGGRIS, TERKONTAMINASI DNA BABI

Inggris, 13 Rabiul Awal 1434/25 Maret 2013 (MINA) – Penemuan produk halal yang disediakan untuk tahanan Muslim di penjara Inggris dan Wales, Jumat (22/3), telah terkontaminasi DNA babi. Hal ini juga dilaporkan sedang mempertimbangkan tindakan hukum setelah Departemen Kehakiman yang mengungkapkan pai daging dan pastel dipasok ke penjara Muslim di seluruh Eropa. Demikian laporan dari Kantor Berita Muslim News yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

The Food Standards Agency (FSA), telah menjanjikan “tanpa henti” penyelidikan daging kuda. Polisi mengadakan razia ke tempat pemotongan hewan dan menutup operasional. Departemen Kehakiman mengungkapkan, daging yang dipasok ke penjara di Inggris dan Wales yang diberi label Halal tetapi mengandung DNA babi.

Skandal tersebut adalah masalah serius bagi umat, tidak hanya kriminalitas tindak pidana dan keamanan makanan, tetapi untuk umat Islam dalam kepercayaan produk yang berlabel halal adalah syarat memenuhi kebutuhan dalam agama. Kekhawatiran terjadinya malpraktek telah menyebar dan telah banyak ditemukan.

Isu ini menyangkut pemerintah, dimana mendirikan FSA sebagai pengawas independen pada tahun 2000 untuk memisahkan konflik kepentingan pertanian dan industri pengolahan makanan di Departemen Pertanian, Perikanan dan Makanan. Hal itu tidak berlangsung lama.

Dalam produk makanan, memerlukan proses yang panjang dan kompleks dan memerlukan monitoring pada setiap tahap. FSA, yang meliputi Layanan Kebersihan daging, jelas membutuhkan mandat yang lebih kuat dengan peraturan makanan sebagian besar ditegakkan oleh layanan Otoritas lokal pembuat peraturan. Tugasnya dalam memenuhi kebutuhan makanan secara spesifik, termasuk untuk kelompok-kelompok etnis, juga tidak cukup eksplisit, sedangkan kebutuhan pada label juga harus melangkah lebih jauh.

Sementara isu daging kuda harus ditangani oleh yang berhak, tidak dapat diizinkan untuk membela kontaminasi produk makanan halal. Verifikasi bersertifikat adalah kunci dari jagal ke meja dan harus seragam di bawah pemantauan otoritas makanan Halal independen menyeluruh bekerja sama dengan FSA.(T/P014/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply