RIBUAN ORANG HADIRI PEMAKAMAN SYEIKH AL-BUTHI

Damaskus, 11 Jumadil Awal 1434/23 Maret 2013 (MINA) – Ribuan orang berkumpul di Damaskus, pusat kota ibu kota Suriah, Sabtu (23/3) di tengah keamanan yang ketat untuk mengiringi pemakaman ulama terkemuka yang menjadi korban tewas dalam serangan di masjid Al-Iman Damaskus, Suriah, Kamis (21/3).

Pihak keamanan menutup semua jalan menuju Masjid Umayyah lokasi pemakaman Syeikh Al-Buthi (84).

Diberitakan, Al-Buthi, cucunya, dan 48 orang lainnya menjadi korban  serangan bom bunuh diri di dalam masjid Al-Iman saat ulama kharismatik tersebut memberikan tausiyah kepada sekelompok mahasiswa, termasuk cucunya, lapor SANA.

Jamaah pelayat membawa peti jenazah Al-Buthi dan peti jenazah cucunya di pundak mereka menuju pemakaman Shalahuddin dengan teriakan-teriakan “Allahu Akbar”.

Tampak hadir di antara pelayat, Mufti Agung Suriah Ahmad Badri Addien Hasoun dan Menteri Informasi Suriah Omran Al-Zoubi.

Seperti diberitakan media, pada Kamis (21/3), lebih dari 40 orang tewas dan lebih dari 80 lainnya terluka ketika seseorang masuk ke dalam masjid dan meledakkan dirinya.

Presiden Suriah Bashar Al-Assad mengecam aksi kekerasan tersebut dan berjanji akan menindak tegas pelaku di balik serangan tersebut.

“Rakyat Suriah, termasuk saya berjanji, darahmu (Al-Buthi), darah cucumu, dan darah para syuhada negeri ini tidak akan sia-sia,” kata Assad, dalam pernyataan resmi Aljazeera yang dipantau oleh Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency).

Sosok Al-Buthi

Pemilik nama Muhammad Said ibn Mula Ramadhan ibn Umar Al-Buthi (84), lahir 1 Januari 1929 di  wilayah Buthan (Turki), sebuah kampung yang terletak di bagian utara perbatasan Turki dan Irak. Al-Buthi adalah seorang ulama dan guru besar di Universitas Hukum Islam di Damaskus. Dia merupakan ulama muslim terkemuka di bidang ilmu keislaman dan merupakan salah satu tokoh rujukan masalah keagamaan di dunia Islam.

Al-Buthi adalah tokoh, ulama dan cendekiawan muslim yang sangat produktif menulis buku, khususnya dalam isu-isu keagamaan. Karya-karyanya mencapai lebih dari 60 judul buku, yang meliputi bidang syariah, sosial, sastra, kebudayaan, filsafat, dan lain-lain.  Ia adalah seorang penulis yang memberi dampak terhadap dunia muslim.

Ia menulis untuk publikasa berita dan jurnal, dan telah mengembangkan reputasinya dengan kemampuannya untuk menangani dan menanggapi pertanyaan-pertanyaan seputar hukum Islam  dan masalah-masalah pribadi. Salah satu bukunya yang laris di pasaran, termasuk di Indonesia adalah Fiqhus Sirah (Sirah Nabawiyah).

Judul buku lainnya yang tidak kalah populernya adalah Man al-Mas-uul ‘an Takhallufil Muslimiina (Kemunduran Umat Islam: Siapa yang Bertanggung Jawab?) dan Muhadharat Fil Fiqhil Muqharin Ma’a Muqaddimati Fi Bayani Asbabi Ikhtilafi al-Fuqaha’ Wa Ahammiyyati Dirasatil Fiqhil Muqarin (Problematika Dalam Fiqh Perbandingan, Sebab Terjadinya Perbedaan Para Ahli Fiqih, dan Pentingnya Mempelajari Fiqih Perbandingan), dan banyak buku lainnya lagi.

Kecintaanya terhadap perkembangan umat Islam, membuatnya senang mempelajari berbagai bahasa untuk dakwahnya. Sehingga dia menguasai bahasa Turki, bahasa Kurdi, dan bahasa Inggris. Karena keluasan ilmu dan wawsan bahasanya itu, Al-Buthi dipercaya memimpin sebuah lembagai penelitian agama-agama di universitas yang berbasis di Timur Tengah. Dia juga sangat aktif mengikuti seminar dan konferensi internasional di berbagai negara di Timur Tengah, Amerika dan Eropa.  

Ulama yang menyelesaikan gelar doktoralnya di Universitas Al-Azhar Kairo itu, menurut Syaikh Khatib As-Suri, adalah seorang ulama dalam bidang ilmu fiqih, ushul fiqih dan tafsir. Namun dalam pandangan politiknya, katanya, Al-Buthi dalam pernyataannya mendukung Presiden Suriah Bashar Al-Assad. (T/P08/P011/P013/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply