SERBU AL-AQSA, TENTARA PENJAJAH ISRAEL LUKAI PULUHAN JAMAAH MASJID

Al-Quds (Yerusalem), 27 Rabiul Akhir 1434/9 Maret 2013 (MINA) – Asosiasi Paramedis Palestina melaporkan,  lebih dari 75 jamaah masjid menerima pengobatan atas luka yang diderita saat bentrokan meletus ketika puluhan tentara penjajah Israel masuk ke lingkungan masjid Al-Aqsa selama salat Jum’at, Jum’at (8/3).

“Tentara penjajah Israel menahan jamaah masjid yang terluka di bawah pengepungan di dalam Masjid dalam waktu yang lama,” kata Kepala Asosiasi Paramedis Palestina, Mohamed al-Gharableh seperti dikutip Middle East Monitor (MEMO) yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Al-Gharableh juga mengatakan, tentara penjajah Israel mulai menembak dengan tabung gas air mata sebelum shalat Jum’at berakhir.

Sejumlah petugas medis juga terluka saat melakukan pertolongan pada korban yang berada di sekitar Masjid Al-Aqsa. Lembaga Pertolongan Medis Palestina mengatakan, pasukan penjajah Israel menangkap seorang paramedis Palestina Obada Qawasmeh.

Selain itu, Seorang pria tua bernama Abu-Kamel yang merupakan penjaga Masjid Al-Aqsa bersama dengan 14 jamaah lainnya terluka setelah dipukuli dengan tongkat oleh tentara penjajah Israel.

Para jamaah masjid bersiap untuk memulai demonstrasi usai shalat Jum’at sebagai aksi protes atas serangan penjajah Israel terhadap pelajar perempuan di dalam Masjid al-Aqsa pekan lalu.

Pada Ahad lalu (3/3),Seorang penjajah Israel melakukan penodaan terhadap kitab suci umat Islam dengan menendang Mushaf Al-Quran hingga jatuh ke tanah  dan menyerang sejumlah pelajar perempuan Palestina yang tengah membaca Al-Quran di halaman Masjid Al-Aqsa.

Bentrokan meletus setelah tentara penjajah Israel menembakkan peluru karet dan melemparkan bom gas air mata serta granat kejut pada kerumunan jamaah Masjid yang menggelak aksi protes damai di dalam Masjid Al-Aqsa dan sekitarnya usai shalat Jum’at.

“Tentara penjajah Israel memasuki halaman masjid dan berusaha untuk membubarkan kerumunan jamaah masjid setelah shalat Jum’at dan kerumunan jamaah masjid tidak ingin membiarkan tentara penjajah Israel berada di halaman Masjid Al Aqsa,” kata seorang saksi mata yang berada di Masjid Al-Aqsa.

Tentara penjajah Israel juga menyerang jamaah masjid perempuan yang melemparkan barang-barang mereka saat melakukan perlawanan. Menurut laporan kepada Ma’an News, Sumber-sumber lokal mengatakan, tujuh orang ditembak di kepala dengan peluru karet.

Aktivis hak asasi manusia Muhammad Qarain mengatakan, dua wartawan, Ata Oweisat dan Mahfouth Al-Turk terluka dalam bentrokan itu.  Sementara itu, juru bicara kepolisian Israel Mickey mengklaim enam petugas polisi penjajah Israel terluka oleh lemparan batu.

Bela Masjid Al-Aqsa

Sebelumnya,  Gerakan Islam di wilayah Palestina tahun 1948 menyeru para khatib Jum’at  di semua masjid Palestina dalam setiap mengisi khutbah Jum’at untuk mengutuk Polisi penjajah Israel yang menodai Al-Qur’an dan membela Masjid Al-Aqsa yang masih dijajah Zionis Israel.

Masjid Al-Aqsa merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat Muslim, hal ini berkaitan dengan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam, dimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam naik ke Sidaratul Muntaha melalui tempat itu.

Hingga ini Masjid Al-Aqsa berada di bawah penjajahan Israel yang memulai penjajahannya atas Palestina sejak 1948 lalu.

Penodaan terhadap Masjid Al-Aqsa terus meningkat dengan kedatangan anggota parlemen penjajah Israel (Knesset) dan partai yahudi garis keras Likud-beytenu, Moshe Feiglin, Senin (4/3), yang mencoba paksa untuk memasuki masjid Kubah Batu (Qubah As-Sakhra) di lingkungan Masjid Al-Aqsa, namun upaya itu dapat dihentikan oleh para penjaga dan jamaah Muslim yang berada di kiblat pertama umat Islam itu. (T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply