SIMON PERES ADU MULUT DENGAN PEJABAT UNI EROPA

Ramallah, 26 Rabiul Akhir 1434/8 March 2013 (MINA) – Presiden Israel Shimon Peres terlibat adu mulut dengan pejabat Uni Eropa  Herman Van Rompuy pada acara kunjungannya ke Palestina dan Israel pada Rabu (6/3) lalu.

Dalam pertemuannya dengan pejabat Uni Eropa itu, Peres mengatakan bahwa Uni Eropa harus bertindak terhadap Hamas yang menguasai Jalur Gaza karena mereka salalu menebar terorisme di wilayah tersebut.

Peres juga meminta Uni Eropa untuk tidak lagi mempersoalkan pembangunan permukiman di Tepi Barat dengan alasan perdamaian Israel-Palestina.

“Saya kira Uni Eropa dapat membantu kami dalam mengakhiri teror dengan mengutuk Hamas karena mereka adalah pusat teror,” kata Peres.

Peres juga berbicara tentang Hizbullah dan program nuklir Iran sebagai ancaman bagi wilayah Israel dan seluruh dunia.

Sementara itu, Rompuy menyangkal semua pernyataan presiden Israel tersebut. Ia tidak setuju dengan statemen Peres yang mengatakan bahwa Hamas adalah teroris di wilayahnya.

“Kami menghargai Israel, tapi mereka juga harus menghargai Hamas yang mempertahankan diri terhadap serangan Israel. Kami sangat setuju jika Israel menggunakan cara yang lebih bijak terhadap Hamas,” kata Rompuy.

Pejabat Uni Eropa itu juga mengkritik kebijakan Israel tentang pembangunan permukiman di Tepi Barat yang saat ini sedang dibangun. Ia menganggap Israel telah melanggar hukum internasional dengan membangun pemukiman itu.

“Pembangunan pemukiman oleh Israel di Tepi Barat itu adalah ilegal dan melanggar hukum internasional. Mereka harus menghentikan pembangunan itu dan mengeluarkan seluruh warga Israel yang berada disana,” kata Rompuy.

Namun, Peres menolak kritik pejabat Uni Eropa itu dan mengatakan bahwa kebuntuan dalam proses perundingan Israel-Palestina adalah penyebab utama utama terjadinya ketegangan di wilayah tersebut.

Dia menyatakan bahwa masalah perluasan permukiman itu akan diselesaikan melalui perjanjian damai dan pertukaran lahan. Peres optimis dimulainya kembali perundingan perdamaian Palestina-Israel setelah presiden Amerika Serikat Barack Obama berkunjung ke Israel dan Jerussalem.

Namun Rompuy justru menyatakan bahwa perundingan damai tidak akan pernah terwujud jika Israel terus melanjutkan pembangunan pemukimannya di atas tanah milik rakyat Palestina. “Tidak akan ada perdamaian antara Palestina dan Israel selama negara Yahudi itu bersikeras melanjutkan pembangunan pemukiman,” ungkapnya.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply