SRI LANKA CABUT LABEL HALAL PADA PRODUK LOKAL

Kolombo, 29 Rabiul Akhir 1434/12 Maret 2013 (MINA) – Pemerintah Sri Lanka, Senin (11/3) mengatakan telah memutuskan untuk mencabut label halal pada produk makanan yang dijual secara lokal. Pencabutan label halal pada makanan membuat ketegangan di negara tersebut. Demikian berita yang dilansir Xinhua yang dipantau Mi’raj News Agency.

Pada media briefing (pertemuan bersama dengan media), All Ceylon Jamiyyathul Ulama (ACJU), Majelis kamar dagang dan sekelompok biksu senior, menyepakati keputusan diskusi yang diselenggarakan oleh semua pihak.

ACJU katakana, label akan disediakan sebagai pilihan untuk produk yang akan diekspor ke beberapa Negara. ACJU Presiden Rizvi Mufthi mengatakan, sertifikasi label halal dikeluarkan sebagai layanan kepada umat Islam dan tidak wajibkan.

Dia mengatakan, uang yang diperoleh untuk mengeluarkan sertifikat yang digunakan untuk menutupi biaya operasional. “Tapi ini menyebabkan situasi yang mempengaruhi koeksistensi dari masyarakat sehingga kami memutuskan untuk menghapus label itu,” katanya.

Sementara itu Majelis Kamar Dagang mengatakan, menolak pencabutan label halal pada produk yang dijual secara lokal karena akan berdampak pada bisnis.

Ketua Kamar Dagang, Susantha Ratnayak mengatakan bahwa label halal akan dicantumkan pada produk yang akan dikirim ke beberapa negara seperti di Timur Tengah dan Maladewa, karena negara-negara tersebut wajib adanya label halal pada produk makanan.

Masalah sertifikasi label halal muncul setelah kelompok garis keras Sri Lanka, Bodu Bala Sena, (18/2), menggelar unjuk rasa di ibu kota Kolombo menuntut pencabutan label halal dari produk-produk makanan di negara tersebut. Ribuan pendukung kelompok sayap kanan Buddha tersebut mendesak agar pemerintah melarang sertifikasi halal dalam produk olahan makanan.

Seorang Buddha terkemuka (biksu), Bellanwila Venaerable Wimala Rathana, mengatakan, dia juga senang karena pada akhirnya masalah ini diselesaikan secara damai dengan cara yang tidak mempengaruhi koeksistensi masyarakat di Sri Lanka.(T/P014/R2)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply