TAHAN PASUKAN PBB, CINA KECAM PASUKAN OPOSISI SURIAH

     Beijing,  26 Rabiul Akhir 1434/8 Maret 2013 (MINA) – Juru bicara Kementerian luar Negeri Cina, Kamis (7/3), mengecam penahanan pasukan penjaga perdamaian PBB oleh pasukan oposisi Suriah dan menyerukan pembebasan mereka. Penahanan terhadap para penjaga perdamaian asal Filipina, merupakan pelanggaran keras hukum internasional.

     “China mengutuk penahanan pasukan penjaga perdamaian PBB oleh pasukan oposisi Suriah dan menuntut pembebasan mereka segera tanpa syarat,” kata juru bicara Hua Chunying pada konferensi pers harian yang dilansir Xinhua sebagaimana dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

     Hua juga mengatakan, pemerintah Filipina bekerjasama dengan PBB, Amerika, Inggris, Perancis, dan Jerman untuk membantu membebaskan para tentara penjaga perdamaian itu.

     Menurut laporan, sebuah kelompok lebih dari 20 pelepasan pengamat PBB (UNDOF) penjaga perdamaian ditahan oleh oknum bersenjata yang terkait dengan oposisi Suriah, sebelumnya dalam wilayah perbatasan Suriah di Dataran Tinggi Golan.

     Dewan Keamanan PBB membentuk UNDOF pada bulan Mei 1974 setelah pertempuran pecah antara Israel dan Suriah di wilayah Dataran Tinggi Golan.

      Hua mengatakan, setiap serangan atau ancaman yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat diterima.

      “China mendesak pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah yang efektif dan substansial menjaga pasukan penjaga perdamaian PBB,” katanya.

      Duta besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, mengatakan kepada wartawan, bahwa para tentara itu sedang mengangkut suplai ke sebuah pos pengawasan PBB, Rabu (6/3), ketika mereka dihentikan sekitar 30 orang bersenjata.

      Penahanan para tentara penjaga perdamaian itu berlangsung pada hari yang sama ketua dewan militer pemberontak meminta masyarakat internasional menyuplai Tentara Pembebasan Suriah lebih banyak senjata.(T/P014/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply