TAHANAN GUANTANAMO SIAP MATI DEMI BELA AL-QUR’AN

Kuba, 20 Jumadil Awal/31 Maret 2013 (MINA) – Seorang pengacara yang mewakili 13 tahanan yang melakukan aksi mogok makan di Guantanamo, Kuba, mengatakan para narapidana siap mati kecuali jika  militer AS berhenti melecehkan Al Quran .

“Ini adalah ekspresi tertinggi dari putus asa,” kata David Remes pada Sabtu. “Ini merupakan masalah pribadi … para tahanan bertekad untuk mengambil semua jalan kecuali militer berhenti melecehkan Qur’an mereka.”

Remes mengatakan bahwa para tahanan yang mogok makan bertekad untuk mengambil semua jalan kecuali ada perubahan protokol yang mengatur bagaimana Al Quran diperlakukan di penjara.

Dia juga mengatakan bahwa para tahanan sedikit kurang percaya terhadap  komandan baru penjara dan tidak percaya pada monitor dari Komite Internasional Palang Merah yang mengunjungi mereka.

Pada hari Kamis, sekelompok pengacara menyatakan para tahanan dalam keadaan darurat, laporan ini diajukan kepada pengadilan federal di Washington bahwa penjaga Guantanamo telah menolak untuk menyediakan air minum untuk para tahanan yang mogok makan dan mengatur suhu penjara menjadi sangat dingin untuk membatalkan aksi mogok makan.

Para pengacara juga mengatakan kurangnya air minum menyebabkan kondisi kesehatan semakin memburuk. Hal ini berpengaruh terhadap ginjal, sistem kemih, dan perut para tahanan menjadi semakin kronis. Sekitar seratus tahanan Guantanamo telah melakukan mogok makan sejak awal Februari. Mereka menuntut diakhirinya penahanan tanpa batas mereka.

Aktivis HAM mengatakan beberapa tahanan telah kehilangan berat badan antara 9 sampai 22 kilogram. Mereka juga menuduh otoritas penjara berusaha menyembunyikan situasi di dalam kamp tahanan. Ada lebih dari 160 tahanan telah ditangkap di Guantanamo tanpa melalui proses peradilan sejak awal tahun 2000. (T/P05/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply