TENTARA KEEMPAT TEWAS, SARKOZY KRITIK INTERVENSI PERANCIS

         Paris, 26 Rabiul Akhir 1434/8 Maret 2013 (MINA) –  Pengumuman tewasnya tentara Perancis yang keempat di Mali membuat mantan Presiden Perancis Nicolaz Sarkozy mengkritik intervensi negaranya di Mali dalam wawancara dengan majalah Valeurs Actuelles di Paris, Rabu (6/3), The New Age melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Jumat.

         Seorang tentara Perancis keempat tewas di Mali selama misi pengintaian di utara Gao. Brigader Wilfred Pingaud (37) adalah seorang Resimen Artileri ke-68 Afrika yang berbasis di Valbone tewas dalam pertempuran Rabu pagi di timur Mali, 100 km utara Gao, Menteri Pertahanan Jean-yves Le Drian melaporkan.

          Empat tentara Mali terluka dalam pertempuran itu, kata laporan itu.

          Dengan tegas Sarkozy mengatakan bahwa intervensi Perancis ke Mali hanya mendukung kudeta pemerintah yang digulingkan tahun lalu.

         “Aturannya adalah tidak pernah pergi ke negara yang tidak memiliki pemerintah,” kata Sarkozy dalam komentarnya di majalah Valeurs Actuelles.

         “Apa yang kita lakukan di sana? Kita tidak hanya mendukung  kudeta, tapi juga mencoba untuk mengendalikan wilayah yang empat kali lebih besar dari Perancis dengan 4.000 laki-laki,” kata  mantan Presiden yang juga mantan Menteri Dalam Negeri Perancis.

          Sementara Presiden Francois Hollande memberi penghormatan dalam pernyataan atas “pengorbanan tentaranya yang melakukan misinya ke Mali”.

          Didukung persenjataan militer yang lebih canggih, Perancis hanya menderita korban relatif sedikit selama operasinya di Mali yang diluncurkan pada pertengahan Januari. Intervensi itu untuk mendukung pasukan Mali menghadapi gerilyawan yang menguasai padang pasir luas di utara negeri itu tahun lalu.

          Sabtu di minggu yang lalu seorang penerjun payung tewas selama operasi untuk mengusir gerilyawan Islam dari pegunungan Ifoghas di Mali utara.

          Seorang legiun dari Resimen Parasut 2 tewas di tengah bentrokan besar pada 19 Februari dan pilot helikopter tewas di awal operasi.

           Intervensi yang dipimpin Perancis bergerak cepat mengusir gerilyawan dari kota-kota utama utara. Pertempuran meningkat dalam beberapa hari terakhir sebagai fokus upaya memburu para gerilyawan di daerah pegunungan. (T/P09/E1)

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply