TEPI BARAT BERGEJOLAK, PENJAJAH ISRAEL LUKAI PULUHAN RAKYAT

Bentrokan Pemuda Palestina dengan Penjajah Israel (Qassam.ps)Tepi Barat, 21 Rabiul Akhir 1434/3 Maret 2013 (MINA) – Pasukan Penjajah Israel melukai lebih dari 90 rakyat Palestina setelah menyerang aksi  damai di berbagai daerah Tepi Barat sebagai protes atas kegiatan pembangunan permukiman ilegal Yahudi dan dalam rangka solidaritas untuk para tahanan Palestina.

Di kota Betlehem, Jum’at sore (1/3), puluhan pemuda Palestina turun ke jalan untuk mendukung pembebasan para tahanan sebelum bentrokan pecah antara mereka dan tentara penjajah Israel di persimpangan yang dikenal sebagai Al-Nashash.

Di kota Nablus, ratusan warga Palestina menanggapi undangan populer dan melakukan sholat Jum’at di dekat titik hambatan ‘Hawara’ di sebelah selatan kota dalam mendukung pembebasan  para tahanan Palestina.

Tokoh nasional dan Islam Palestina di kota Arraba dekat wilayah Jenin  juga berpartisipasi dalam protes besar-besaran yang dilakukan selepas shalat Jum’at untuk mendukung aksi mogok makan tahanan Palestina di penjara-penjara penjajah Israel.

Pawai pekanan di tembok  rasis dan daerah permukiman ilegal Yahudi di berbagai desa Tepi Barat juga dilaksanakan pada Jum’at kemarin (1/3) untuk mendukung pembebasan tahanan Palestina dan aksi mogok makan di penjara-penjara Israel.

Menurut laporan yang dilansir AlResalah, bentrokan meletus antararakyat  Palestina dan pasukan penjajah Israel di berbagai wilayah di kota Salfit setelah sholat Jum’at. Puluhan tentara menyerang warga Palestina karena mereka melakukan ibadah pekanan, shalat Jum’at di tanah yang disita penjajah Israel di sebelah barat Salfit.

Pasukan penjajah Israel juga menutup pintu masuk ke desa-desa warga Palestina, seperti  Bidya, Qarawat Bani Hassan, dan Kafl Hares. Penjajah Israel mencegah banyak warga desa untuk bepergian ke tanah yang disita penjajah Israel untuk bergabung dengan jama’ah shalat  Jum’at di sana.

Bentrokan juga terjadi di desa Masarah, Bil’in, dan Kafr Qaddum. Pasukan penjajah Israel menggunakan granat gas air mata dan peluru karet untuk menundukkan para pelaku aksi damai. Beberapa orang para pelaku aksi damai di desa-desa Palestina dilaporkan mengalami cedera. Sementara itu,  banyak dari mereka ditangkap pasukan penjajah Israel.

Dalam insiden terpisah, warga Palestina, termasuk anak-anak, menderita sesak napas akibat gas air mata setelah pasukan penjajah  Israel dengan kekuatan besar menyerbu dengan kekerasan di kamp pengungsi Al-Aroubsebelah  utara kota Al-Khalil.

Sebuah tabung gas air mata jatuh di dalam rumah warga Palestina,  Ismail Jawabra menyebabkan tiga anak Jawabra, salah satunya bayi yang baru lahir, menderita sakit parah pada masalah pernapasan saat pasukan penjajah Israel menghambat akses ambulan dan tenaga medis ke kamp tersebut untuk memberikan perawatan pada korba yang terluka.

Bentrokan sengit dengan pasukan penjajah Israel meletus setelah kematian seorang tahanan Palestina Arafat Jaradat di ruang interogasi penjajah Israel ‘Majeddo’ akibat penyiksaan yang kejam.(T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply