THAILAND – MUSLIM MINORITAS TANDA TANGANI KESEPAKATAN DAMAI

Perwakilan Thailand dan BRN menanda tangani perjanjian damai di Kuala Lumpur (Foto: onislam.net)

Bangkok, 20 Rabiul Akhir 1434 / 2 Maret 2013 (MINA) – Thailand untuk pertama kalinya menandatangani perdamaian dengan kelompok minoritas Muslim yang ada di wilayah selatan negara tersebut.

“Kami bersyukur kepada Allah dan kami akan melakukan yang terbaik untuk memecahkan masalah,” ungkap Hassan Taib, perwakilan Barisan Revolusi Nasional (BRN) dalam penandatanganan yang berlangsung di tempat netral, Kuala Lumpur, Malaysia.

“Kami akan memberi tahu orang-orang kami untuk bekerja bersama-sama dalam memecahkan masalah.”

Perjanjian yang di tandatangani oleh wakil-wakil pemerintah Thailand dan Hassan Taib dari kelompok Muslim ini bertujuan untuk mengakhiri konflik yang sudah beberapa dekade terjadi di wilayah selatan yang mayoritas Muslim di negeri Gajah Putih tersebut.

Kesepakatan tersebut memudahkan jalan untuk perundingan damai yang pertama kalinya secara formal antara pemerintah dan minoritas Muslim di Thailand.

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mengatakan pembicaraan damai tersebut akan dimulai dalam waktu dua minggu antara pemerintah Thailand dan Muslim untuk menyelesaikan konflik.

Namun, dalam perjanjian ini masih belum jelas apakah perundingan perdamaian tersebut akan disertai dengan gencatan senjata karena situasi telah meningkat dengan terjadinya kekerasan di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Thailand memiliki populasi Muslim sekitar 9,5 juta jiwa yang kebanyakan dari mereka tinggal di daerah pedesaan. Muslim Thailand, yang mencapai lima persen jumlah penduduk karena dominasi pemeluk agama Buddha telah lama mengalami diskriminasi oleh pihak militer.

Mereka juga telah meminta bahasa Melayu menjadi bahasa resmi dan mengganti kurikulum sekolah yang lebih beraromakan Buddha karena tidak sama dengan Islam.

Sudah lebih dari 5.000 orang tewas di Thailand Selatan sejak kekerasan meletus hampir delapan tahun silam.

Legitimasi

Banyak pengamat mengatakan bahwa kesepakatan memberikan legitimasi kepada para kelompok minoritas Muslim di Thailand Selatan.

“Ini adalah tonggak utama, hal ini bukan hanya urusan biasa. Hal ini menghasilkan tingkat legitimasi pada kelompok minoritas di Thailand Selatan,” ungkap Anthony Davis, seorang analis asal Thailand.

Peneliti dari Universitas Leeds, Duncan McCargo mengungkapkan bahwa kesepakatan itu merupakan langkah awal bahwa Thailand untuk menyelesaikan permasalahan politik di kawasan tersebut. Tetapi ia mencatat berbagai pembicaraan yang sudah diselenggarakan hanya berdampak sedikit pada kemajuan perdamaian kedua belah pihak. (T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply