TIDAK ADA EKSODUS, 1.200 WNI AMAN DI SABAH

       Sabah, 27 Rabiul Akhir 1434/9 Maret 2013 (MINA) – Kendati konflik bersenjata di Sabah terus beranjut, total 1.200 WNI dipastikan aman. 1.000 WNI pekerja ladang sawit yang berasal dari Blok 11, 12, 20, dan 25 telah diliburkan, mereka diminta untuk tetap tinggal di asrama masing-masing.

       Menurut informasi yang dipublikasikan di laman Kementerian Luar Negeri yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA) pada Jum’at (8/3), 200 WNI lainnya yang berasal dari Blok 3 Felda Sahabat 17 dari shelter Embara Budi telah dipindahkan ke kompleks blok 13 dan 17 di kawasan Lahad Datu. Konflik yang melanda area Kampung Tanduo berjarak 130 km dari kota Lahad Datu.

        Dari Tawau, Konsul RI Muhammad Soleh memastikan tidak ada gelombang eksudos WNI pekerja ladang akibat faktor keamanan, karena blok-blok tersebut berjarak radius 35 km dari lokasi konflik.

        Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kemlu melalui KJRI Kota Kinabalu terus memantau dan berkomunikasi dengan pihak Pemerintah di Sabah.
        KJRI terus berkoordinasi secara intens dengan aparat keamanan dan manajemen Felda, instansi perladangan di Malaysia. 
        Surat resmi dikirimkan kepada Ketua Majelis Keselamatan Negara Negeri Sabah. Di dalamnya, KJRI meminta jaminan keselamatan terhadap WNI/TKI. KJRI juga meminta  Majelis Keselamatan Negara Negeri Sabah untuk menyampaikan info atau perkembangan penanganan aparat keamanan atas insiden Lahad Datu.
        Selain itu, KJRI juga mengirimkan surat ke seluruh manajer ladang perkebunan sawit se-Sabah untuk meminta pihak manajemen  menjaga keselamatan WNI/TKI dan membekali para WNI/TKI dengan dokumen perjalanan untuk keperluan keluar ladang.
        Di samping langkah-langkah tersebut, KJRI juga menyampaikan imbauan kepada para WNI/TKI yang berada di wilayah Pantai Barat, Wilayah Pedalaman, Wilayah Kudat, Wilayah Sandakan, dan Wilayah Tawau supaya tetap tenang dan tidak terprovokasi atas informasi yang bukan berasal dari sumber resmi.
        KJRI Kota Kinabalu dan Konsulat Republik Indonesia di Tawau senantiasa berkoordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait di Sabah guna mendapatkan informasi terkini atas situasi dan kondisi WNI/TKI di seluruh Wilayah Sabah.

        Pada Selasa (5/3) pasukan Malaysia, melancarkan serangan menggunakan artileri udara dan darat terhadap kelompok bersenjata Filipina, dalam upaya untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di Sabah.

        Serangan terjadi setelah kekerasan dalam beberapa hari terakhir yang menewaskan sedikitnya 27 orang, kata seorang pejabat pemerintah Malaysia.(T/P03/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply