TURKI INGIN SERET ISRAEL KE HUKUM INTERNASIONAL

Ankara, 13 Jumadil Awal/24 Maret 2013 (MINA) – Turki mengatakan ingin membawa rezim Israel ke ‘garis hukum internasional’ sebagai langkah penting menyusul permintaan maaf Tel Aviv ke Ankara setelah kejadian tiga tahun lalu dalam serangan mematikan Israel ke armada bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla pada tahun 2010.

Militer Israel menyerang armada kemanusiaan di perairan internasional Laut Mediterania pada 31 Mei 2010, menewaskan sembilan warga Turki di atas kapal Mavi Marmara dan melukai sekitar 50 aktivis lainnya yang merupakan bagian dari enam tim konvoi.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi RT pada Jumat, “Saya selalu mengatakan kepada rekan saya bahwa menyeret Israel ke hukum internasional merupakan langkah penting bagi Israel untuk berada di tempat yang benar untuk perdamaian.”

“Kami menegaskan bahwa Turki tidak akan mengubah arah tindakan sampai permintaan maaf dikeluarkan,” kata Davutoglu. “Apa yang muncul kepada Anda sebagai kejutan merupakan upaya yang telah ditempuh secara bertahap selama tiga tahun.”

Komentar itu muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari yang sama bahwa ia telah meminta maaf atas nama rezim Tel Aviv terhadap serangan ke kapal Mavi Marmara. Netanyahu mengungkapkan permintaan maafnya selama panggilan telepon dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan.

Seperti dilansir di situs Aljazeera, Netanyahu juga menerima tuntutan Ankara bahwa rezim Israel memberi kompensasi kepada keluarga dari sembilan korban yang berkewarganegaraan Turki.

Permintaan maaf Israel ditengahi oleh Presiden AS Barack Obama selama kunjungan baru-baru ini ke Israel. Netanyahu sebelumnya hanya menyatakan penyesalan atas pembunuhan dan menolak untuk meminta maaf secara terbuka.

Setelah permintaan maaf tersebut diterima, pada hari Jumat Erdogan dan Netanyahu sepakat untuk mengirim kembali duta besar. (T/P05/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply